Bagi brand dengan portofolio produk yang luas dan demand yang tinggi, pertumbuhan ecommerce bukan hanya tentang mendapatkan lebih banyak order.
Tantangan sebenarnya muncul ketika demand mulai meningkat secara konsisten: apakah supply chain siap, apakah marketplace mampu mengonversi demand, dan apakah fulfillment dapat mengikuti peningkatan order tanpa mengorbankan customer experience?
Hal ini menjadi salah satu pembelajaran kami bersama Ajinomoto Indonesia sepanjang 2026.
Hadir di Indonesia sejak 1969, Ajinomoto telah berkembang menjadi salah satu perusahaan food seasoning dengan berbagai produk yang dikenal masyarakat, seperti AJI-NO-MOTO®, Masako®, Sajiku®, SAORI®, dan Mayumi®, serta portofolio untuk bisnis Horeka dan industri.
Dengan skala bisnis dan portfolio tersebut, mengembangkan commerce operation membutuhkan lebih dari sekadar optimalisasi satu marketplace.
Growth yang Terlihat dari Banyak Sisi
Pada H1 2026, kolaborasi PCA dan Ajinomoto menghasilkan:
📈 210% NMV YoY Growth
📦 13× Average Daily Orders
Namun, jika melihat performanya lebih jauh, pertumbuhan tersebut bukan hanya terlihat dari satu angka.
Sepanjang Januari–Agustus 2026, NMV mencatat pertumbuhan YoY positif setiap bulan, dengan pertumbuhan bulanan berada di kisaran 40% hingga 80%.
Bagi kami di PCA, pola ini memberikan satu insight penting:
Ketika demand bertumbuh, commerce operation tidak bisa hanya dioptimalkan dari sisi depan. Infrastruktur di belakang transaksi harus ikut berkembang.
Marketplace Performance Hanyalah Satu Bagian dari Commerce
Pada YTD 2026, urutan kontribusi Ajinomoto berasal dari beberapa marketplace:
- Shopee Indonesia
- TikTok
- Tokopedia
- Lazada Indonesia
- Blibli
Data ini menunjukkan bahwa marketplace tidak memiliki peran yang sama dalam commerce ecosystem.
Setiap channel memiliki customer behavior, traffic pattern, conversion dynamic, dan commercial opportunity yang berbeda.
Karena itu, bagi kami, marketplace management bukan sekadar memastikan toko aktif dan produk tersedia. Yang lebih penting adalah memahami bagaimana setiap channel berkontribusi terhadap overall commerce performance, kemudian menghubungkannya dengan inventory, campaign, pricing, content, performance marketing, hingga fulfillment.
Dari “Menjual Lebih Banyak” Menjadi “Mampu Menangani Lebih Banyak”
Peningkatan order volume sering kali dianggap sebagai hasil akhir.
Padahal dari perspektif operasional, peningkatan tersebut justru menciptakan pertanyaan baru:
Apakah inventory flow siap?
Apakah order processing dapat mengimbangi demand?
Apakah fulfillment network cukup agile?
Apakah performance marketing menghasilkan demand yang sustainable?
Inilah alasan PCA melihat commerce sebagai sebuah connected ecosystem, bukan kumpulan channel yang berdiri sendiri.
Melalui marketplace management, supply chain integration, performance marketing, dan multi-fulfillment capability, kami membantu brand menghubungkan aktivitas di depan layar dengan operational engine di belakangnya.
Karena ketika volume meningkat 10× bahkan 50x lipat, yang dibutuhkan bukan hanya kemampuan untuk menjual lebih banyak.
Yang dibutuhkan adalah sistem yang mampu menangani lebih banyak.
Scaling Smarter Starts Behind the Screen
Bagi PCA, keberhasilan commerce bukan hanya ketika sebuah campaign menghasilkan transaksi tinggi.
Keberhasilan terjadi ketika demand, channel, inventory, fulfillment, dan operational capability dapat bergerak dalam satu ecosystem yang terintegrasi.
Kolaborasi bersama Ajinomoto menjadi salah satu contoh bagaimana pendekatan tersebut dapat membantu brand dengan skala besar mengelola pertumbuhan commerce secara lebih terstruktur.
Karena pada akhirnya, scaling bukan hanya tentang mengejar growth.
Ini tentang membangun commerce operation yang cukup kuat untuk menopang growth tersebut.
Scale smarter. Sell more. Grow with PCA.
Tentang Power Commerce Asia
Power Commerce Asia didirikan pada tahun 2019 sebagai perusahaan teknologi yang fokus menghadirkan solusi omnichannel e-commerce enabler dan manajemen supply chain untuk mendukung ekspansi bisnis e-commerce di Indonesia. Kami telah dipercaya oleh ratusan brand terkemuka dengan layanan meliputi integrasi saluran penjualan online dan offline, pengelolaan gudang di berbagai wilayah, sistem manajemen persediaan secara real-time, solusi digital marketing, B2B distributor management, hingga business consulting. Melalui layanan terkoordinasi dan jaringan warehouse yang tersebar di 10 kota di Indonesia, dan Malaysia, Power Commerce Asia berkomitmen mempercepat perkembangan brand, sekaligus membantu memperluas pasar dengan cara yang efektif dan efisien.
