Skip links

Brand Besar Tidak Hanya Berjualan di Marketplace. Mereka Mengelolanya dengan Strategi

Apa yang membedakan brand yang sekadar berjualan dengan brand yang mampu membangun pertumbuhan ecommerce secara berkelanjutan?

Banyak orang melihat keberhasilan sebuah brand di marketplace hanya dari hasil akhirnya: penjualan yang tinggi, produk yang selalu menjadi best seller, atau pertumbuhan yang konsisten.

Namun, yang jarang terlihat adalah strategi yang dibangun jauh sebelum angka-angka tersebut tercapai.

Dari pengalaman kami di Power Commerce Asia, brand yang berhasil berkembang bukan selalu yang memiliki produk terbaik atau anggaran pemasaran terbesar. Mereka adalah brand yang mampu mengelola e-commerce secara strategis, mulai dari menentukan arah bisnis, mengoptimalkan marketplace, hingga mengevaluasi performa secara berkelanjutan.

Inilah yang membedakan berjualan di marketplace dengan mengelola bisnis ecommerce.

Strategi pertama adalah memiliki tujuan yang jelas. Setiap aktivitas di marketplace harus memiliki sasaran yang terukur, baik untuk meningkatkan awareness, memperluas pangsa pasar, mendorong konversi, maupun membangun loyalitas pelanggan. Tanpa tujuan yang jelas, setiap campaign hanya akan menghasilkan aktivitas, bukan pertumbuhan.

Strategi kedua adalah mengambil keputusan berdasarkan data. Performa produk, perilaku konsumen, efektivitas promosi, hingga tren kategori memberikan insight yang berharga untuk menentukan langkah bisnis berikutnya. Brand yang memanfaatkan data akan lebih cepat beradaptasi terhadap perubahan pasar.

Strategi ketiga adalah melakukan optimasi secara konsisten. Ecommerce bukan proyek satu kali, tetapi proses yang terus berkembang. Evaluasi terhadap performa marketplace, efektivitas kampanye, hingga pengalaman pelanggan perlu dilakukan secara berkala agar pertumbuhan tetap terjaga.

Pendekatan inilah yang kami terapkan bersama Exsport. Melalui strategi e-commerce end-to-end yang terukur dan terintegrasi, Exsport berhasil meningkatkan rata-rata pesanan harian hingga 5 kali lipat, menjual lebih dari 100.000 produk sepanjang Semester I 2026, serta menjangkau pelanggan di 38 provinsi dan lebih dari 450 kota.

Namun, bagi kami, pencapaian tersebut bukan sekadar hasil dari satu campaign atau momentum penjualan. Di baliknya terdapat strategi yang dijalankan secara konsisten, evaluasi yang berkelanjutan, serta kemampuan untuk terus beradaptasi terhadap perubahan demand dan perilaku konsumen.

Karena pada akhirnya, pertumbuhan e-commerce bukan hanya tentang seberapa besar bisnis dapat berjualan hari ini, tetapi tentang seberapa kuat sistem dan strategi yang dibangun untuk memastikan bisnis dapat terus tumbuh di masa depan.

Dan ketika semakin banyak channel, store, serta model bisnis yang harus dikelola, integrasi bukan lagi pilihan, melainkan fondasi untuk scale.

Power Commerce Asia hadir untuk membantu brand membangun ekosistem e-commerce yang lebih terintegrasi, scalable, dan siap menghadapi pertumbuhan berikutnya.

Leave a comment