Ramadan adalah periode dengan lonjakan transaksi ecommerce tertinggi di Indonesia. Traffic marketplace meningkat, permintaan pengiriman cepat melonjak, dan ekspektasi pelanggan menjadi lebih tinggi dari biasanya. Namun, di balik campaign besar dan promo diskon, ada satu faktor yang paling menentukan: kesiapan operasional.
Di Power Commerce Asia, kami tidak melihat Ramadan hanya sebagai momentum promosi. Kami melihatnya sebagai stress test sistem operasional ecommerce.
Persiapan Dimulai 3–4 Bulan Sebelum Ramadan
Menurut Edo, Head of Ecommerce Operations Power Commerce Asia, kesiapan Ramadan dimulai jauh sebelum campaign diluncurkan.
“Kami biasanya mulai 3–4 bulan sebelum Ramadan. Fokus utamanya bukan ke promo, tetapi ke readiness operasional secara menyeluruh.”
Langkah pertama adalah analisis data historis: pola lonjakan order, SKU fast-moving, hingga bottleneck yang pernah terjadi. Dari sana, kami menyusun demand forecasting Ramadan, mengunci perencanaan stok, dan memastikan kapasitas warehouse serta fulfillment siap menghadapi kenaikan volume.
Tanpa fondasi ini, strategi marketing sebesar apa pun akan berisiko gagal di eksekusi.
Risiko Terbesar: Ketidaksinkronan Demand dan Kapasitas
Peak season sering gagal bukan karena kurangnya penjualan, tetapi karena sistem tidak siap menanggung volume.
Overselling akibat stok tidak real-time, keterlambatan pengiriman, hingga lonjakan komplain adalah risiko utama dalam operasional ecommerce Ramadan.
Untuk memitigasi risiko tersebut, kami menerapkan orkestrasi inventory terpusat agar seluruh channel memiliki visibilitas stok yang sama. Kami juga mengaktifkan multi-fulfillment routing, sehingga order secara otomatis dikirim dari warehouse terdekat untuk mempercepat lead time dan menjaga SLA.
Di sisi teknologi, sistem OMS dan WMS kami diuji melalui load simulation untuk memastikan kesiapan menghadapi lonjakan traffic.
Dengan pendekatan ini, pertumbuhan volume tidak identik dengan peningkatan risiko.
Jaringan Warehouse Nasional untuk Pengiriman Lebih Cepat
Kecepatan menjadi faktor krusial menjelang Lebaran. Model distribusi satu titik tidak lagi cukup.
Power Commerce Asia mengoperasikan jaringan warehouse di Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Bali, Yogyakarta, Makassar, Palembang, dan Medan. Strategi ini memungkinkan distribusi nasional Ramadan yang lebih cepat, efisien, dan scalable.
Warehouse bukan sekadar tempat penyimpanan, tetapi pusat akselerasi pertumbuhan brand.
Ramadan Bukan Hanya Momentum Promo, Tapi Ujian Sistem
Edo menekankan satu hal penting:
“Jangan melihat Ramadan hanya sebagai momentum promosi. Tanyakan: apakah sistem inventory, fulfillment, dan customer service siap jika order naik 2–3 kali lipat?”
Brand yang unggul di peak season adalah brand yang berbasis data, terintegrasi secara omnichannel, dan siap scale tanpa mengorbankan customer experience.
Ramadan bukan hanya tentang lonjakan penjualan. Ini tentang membangun fondasi operasional yang lebih matang untuk pertumbuhan jangka panjang.
Power Commerce Asia: Mendukung Pertumbuhan Bisnis di Setiap Peak Season
Sebagai omnichannel ecommerce enabler, Power Commerce Asia berkomitmen membantu brand menghadapi peak season dengan pendekatan berbasis data, sistem terintegrasi, dan jaringan distribusi nasional yang scalable.
Kami percaya bahwa keberhasilan setiap Festive bukan hanya tentang seberapa besar diskon yang diberikan, tetapi seberapa siap sistem di belakangnya bekerja secara optimal.



