Ramadan dan Lebaran selalu menjadi periode paling penting dalam kalender bisnis di Indonesia, terutama untuk industri FMCG, beauty, fashion, hingga consumer electronics. Lonjakan permintaan, peningkatan traffic ecommerce, serta tingginya aktivitas promosi membuat momen ini menjadi peluang besar, namun juga tantangan operasional yang tidak kecil.
Berdasarkan pengalaman kami di Power Commerce Asia, brand yang berhasil memaksimalkan momentum Ramadan bukan semata yang memiliki campaign paling agresif, tetapi yang mempersiapkan operasional, supply chain, dan sistem end-to-end sejak jauh hari. Tanpa fondasi tersebut, pertumbuhan penjualan justru berisiko dibayar mahal dengan bottleneck operasional. Berikut checklist strategis yang perlu dipersiapkan dari sekarang.
1. Forecast Permintaan dan Perencanaan Stok
Langkah pertama yang sering menentukan keberhasilan adalah demand forecasting.
Brand perlu menganalisis:
- performa penjualan Ramadan tahun sebelumnya
- produk best-seller dan fast-moving
- potensi lonjakan berdasarkan tren pasar terkini
Kesalahan dalam perencanaan stok dapat berdampak pada lost sales atau overstock yang tidak efisien.
2. Optimasi Warehouse dan Kapasitas Fulfillment
Ramadan adalah periode dengan volume order tinggi dan SLA pengiriman yang semakin ketat.
Brand perlu memastikan:
- kapasitas warehouse mencukupi
- proses picking & packing lebih cepat
- kesiapan multi-fulfillment untuk berbagai wilayah
Warehouse dan fulfillment bukan sekadar operasional, tetapi bagian penting dari customer experience.
Di Power Commerce Asia, kami mendukung brand dengan jaringan warehouse nasional untuk mempercepat distribusi selama peak season.
3. Strategi Omnichannel yang Terintegrasi
Brand perlu memastikan pengalaman konsumen konsisten di semua channel (marketplace, social commerce, website, offline retail), termasuk sinkronisasi stok dan promosi.
Omnichannel readiness adalah kunci untuk memaksimalkan momentum Lebaran.
4. Persiapan Campaign dan Kalender Promosi Lebaran
Ramadan bukan hanya tentang diskon besar, tetapi tentang relevansi dan timing.
Brand sebaiknya menyiapkan:
- kalender campaign dari awal Ramadan hingga H-7 Lebaran
- bundling produk dan hampers
- strategi flash sale dan promo payday
- aktivasi influencer dan KOL
Campaign yang terencana lebih awal akan lebih mudah dieksekusi tanpa chaos operasional.
5. Optimasi Konten dan Creative Asset
Traffic tinggi harus didukung oleh konten yang kuat.
Checklist creative yang perlu disiapkan:
- visual Ramadan untuk marketplace & social media
- video pendek untuk TikTok & Reels
- copywriting promo yang jelas dan trust-building
Creative bukan hanya estetika, tetapi pendorong konversi.
6. Pastikan Kesiapan Customer Service dan After-Sales
Lonjakan transaksi juga berarti lonjakan pertanyaan, komplain, dan kebutuhan support.
Brand perlu mempersiapkan:
- tambahan manpower CS
- sistem respon cepat
- SOP retur dan refund yang jelas
- monitoring review marketplace
7. Evaluasi Teknologi dan Sistem Operasional
Peak season sering menguji kesiapan sistem end-to-end.
Pastikan brand memiliki:
- dashboard monitoring stok dan order real-time
- integrasi OMS dan WMS
- automation untuk fulfillment dan reporting
- kesiapan scale tanpa bottleneck
Teknologi adalah fondasi untuk operasional yang agile dan scalable.
Ramadan dan Lebaran memang menawarkan peluang pertumbuhan besar. Namun, hanya brand yang mempersiapkan diri lebih awal dari strategi hingga operasional yang mampu mengubah momentum ini menjadi pertumbuhan berkelanjutan.
Sebagai omnichannel enabler, Power Commerce Asia membantu brand menghadapi peak season melalui integrasi marketplace, D2C, warehouse & fulfillment, serta channel offline dalam satu ekosistem yang terhubung, didukung teknologi, infrastruktur nasional, dan eksekusi berbasis data.
Memasuki Ramadan tahun ini, pertanyaannya bukan lagi apakah brand Anda siap berjualan lebih banyak, tetapi apakah sistem di belakangnya siap menanggung pertumbuhan tersebut. Pelajari solusi omnichannel kami di powercommerce.asia



