Skip links

Pendapatan Tumbuh 2,1 Kali Lipat, Power Commerce Asia Fokus Akselerasi Brand dengan Strategi Omnichannel di 2026

Jakarta, Indonesia — Power Commerce Asia (PCA), perusahaan teknologi omnichannel e-commerce enabler, mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025 dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 2,1 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Pencapaian ini didorong oleh penguatan layanan end-to-end, ekspansi infrastruktur operasional, serta optimalisasi teknologi omnichannel yang semakin terintegrasi.

Sepanjang 2025, Power Commerce Asia juga membukukan pertumbuhan Net Merchandise Value (NMV) hingga 150% secara tahunan (YoY), dengan kategori Healthcare dan FMCG sebagai kontributor pertumbuhan terbesar. Kinerja positif ini sejalan dengan meningkatnya kebutuhan konsumen terhadap produk kesehatan dan kebutuhan sehari-hari, yang semakin mengandalkan kanal digital.

“Pertumbuhan ini mencerminkan bagaimana ekosistem omnichannel yang konsisten, didukung teknologi yang terintegrasi, pemanfaatan big data, serta optimalisasi multi-fulfillment di berbagai daerah di Indonesia, mampu mendorong brand partner dan Power Commerce Asia untuk terus bertumbuh secara berkelanjutan,” ujar Hadi Kuncoro, CEO Power Commerce Asia.

Memasuki 2026, Power Commerce Asia melihat prospek industri e-commerce Indonesia tetap kuat. Sejalan dengan outlook industri digital 2026, pertumbuhan e-commerce diproyeksikan terus didorong oleh penetrasi internet yang semakin luas, peningkatan belanja online lintas kategori, serta pergeseran perilaku konsumen menuju pengalaman belanja omnichannel. Brand dituntut untuk tidak hanya hadir di banyak kanal, tetapi juga mengelolanya secara terintegrasi, efisien, dan berbasis data.

“Ke depan, kami fokus memperkuat fondasi agar brand partner tidak hanya tumbuh lebih besar, tetapi juga lebih siap untuk scale. Berdasarkan outlook 2026, sektor Healthcare, Mom and Baby, Hobbies and Lifestyle, Pet Care, Smart Home and Living, Beauty, serta FMCG diperkirakan akan menjadi motor utama pertumbuhan e-commerce,” lanjut Hadi.

Dari sisi ekspansi bisnis, Power Commerce Asia saat ini mengoperasikan sembilan gudang fulfillment yang tersebar di Depok, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Medan, Makassar, Palembang, serta gudang terbaru di Semarang yang mulai beroperasi pada awal 2026. Selain itu, perusahaan juga membuka layanan cross-border ke Malaysia serta menghadirkan layanan pengurusan BPOM dan kebutuhan regulatori lainnya. Seluruh kapabilitas ini diperkuat dengan berbagai sertifikasi, termasuk Apotek Online, IDAK, dan CDAKB, guna memastikan operasional brand berjalan patuh regulasi.

Sebagai bagian dari strategi integrasi online dan offline, Power Commerce Asia menghadirkan Power Wellness Pop-Up Store di FX Sudirman sebagai wujud nyata aktivitas online-to-offline (O2O) berbasis teknologi omnichannel. Power Wellness Pop-Up Store juga aktif hadir di berbagai acara komunitas, termasuk event olahraga seperti padel, lari,pilates maupun event olahraga lainnya, untuk mendekatkan produk wellness dengan lokasi serta aktivitas konsumen secara lebih relevan.

Di sisi teknologi, Power Commerce Asia terus mengembangkan PowerBiz, sistem omnichannel terintegrasi yang menghubungkan kanal B2C dan B2B, serta dilengkapi dengan automated multi-fulfillment system untuk meningkatkan efisiensi operasional dan visibilitas data secara real-time.

PowerBiz kami rancang dengan mengintegrasikan seluruh kanal penjualan secara real-time dan transparan, sehingga kami dan brand partner dapat menyusun strategi serta mengambil keputusan bisnis secara lebih cepat dan presisi,” ujar Mohammad Subhan, CTO Power Commerce Asia.

Mengawali 2026, Power Commerce Asia optimistis dapat melanjutkan momentum pertumbuhan dengan mengandalkan teknologi, ekosistem omnichannel yang terintegrasi, serta kolaborasi jangka panjang bersama brand partner.

Leave a comment