Pola Perilaku Online Konsumen di Ramadhan

Perilaku Belanja Online di Bulan Ramadhan 2021

Bagi masyarakat Indonesia, Ramadhan merupakan bulan perayaan. Dimana banyak aktivitas yang dihabiskan bersama dengan teman atau keluarga. Hal ini juga berpengaruh pola perilaku belanja online di bulan Ramadhan yang diprediksi akan mengalami peningkatan seperti tahun lalu. Salah satu faktor pendukungnya adalah situasi pandemi yang tak kunjung berakhir.

Perilaku Belanja Online di Bulan Ramadhan
Peningkatan Jumlah Transaksi eCommerce di Bulan Ramadhan 2020 (Source: Ramadhan 2021 in eCommerce Report by Kaliber x Ravenry)

Dari tahun ke tahun pola perilaku belanja di bulan Ramadhan masih menunjukkan tren yang serupa. Perbedaannya terletak dari platform yang digunakan. Tahun lalu, selama bulan Ramadhan, hampir seluruh platform eCommerce mencatat kenaikan transaksi. Kenaikan terjadi di hampir seluruh kategori, termasuk kategori charity dan donasi.

Sementara itu, untuk tahun ini, sebuah riset yang di lakukan oleh ADA, lembaga analisis data besutan Axiata memprediksi ada 3 kategori produk yang akan laris di bulan Ramadhan kali ini. Kategori apa saja? Let’s find out!

Domestics Traveling & Accommodation

Kategori ini selalu menjadi buruan konsumen yang ingin mudik atau pulang kampung menjelang lebaran. Meskipun di tahun 2020 lalu terjadi penurunan hingga 53,91% yang diakibatkan adanya peraturan larangan mudik oleh pemerintah. Namun kategori produk ini masih berada di 3 besar kategori produk dengan pembelanjaan tertinggi.

Terlepas dari larangan mudik dari pemerintah, perilaku belanja online di bulan ramadhan untuk kategori ini diprediksi tetap akan tinggi. Mereka yang berharap untuk pulang kampung masih akan aktif mengakses aplikasi tracking traveling untuk mendapatkan informasi terbaru terkait mudik.

Home Electronics & Media

Di tahun 2020 lalu, menurut hasil riset Kaliber & Ravenry, peningkatan untuk kategori ini mencapai 46,09%. Angka tersebut menjadikan kategori ini berada di urutan kedua kategori produk dengan pembelanjaan tertinggi. Kategori produk ini diprediksi masih akan laris oleh kalangan professional atau pekerja untuk memudahkan aktivitas pekerjaannya selama bulan Ramadhan.

Apalagi di kondisi pandemi saat ini masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan secara remote atau virtual sehingga diperlukan peralatan yang memadai. Selain itu, banyak orang yang juga menghabiskan waktu dirumah dengan mencari hiburan melalui media digital.

Health & Beauty

Produk suplemen daya tahan tubuh di Official Store Soho Global Health Tokopedia (Dok: tokopedia.com/sohoglobalhealth)

Masih sama seperti tahun lalu, pada Ramadhan kali ini kita masih berada dalam situasi pandemi. Pola perilaku belanja di Ramadhan kali ini diprediksi masih akan didominasi pada produk suplemen daya tahan tubuh, seperti Imboost, vitamin, hingga kurma dan madu. Konsumen diprediksi masih akan memiliki concern yang tinggi terhadap nutrisi dan kesehatan agar dapat menjalani ibadah dengan lancar.

Setelah mengetahui perilaku belanja online di bulan Ramadhan ini, PowerPeople udah siap belum untuk menghadapi bulan Ramadhan 1442H? Tak perlu khawatir, PowerCommerce.Asia siap membantu maksimalkan penjualan brand PowerPeople di bulan Ramadhan nanti. Let's start the holy month with optimism!


Transformasi Digital Penting Power Academy

Digitisasi, Digitalisasi, dan Transformasi Digital: Bagaimana Memisahkan Istilah Ini?

Apa yang dimaksud dengan digitisasi ini? Apakah sama dengan digitalisasi? Mengapa transformasi digital penting? Apakah Anda bingung dengan istilah-istilah ini? Yah, setidaknya tidak hanya anda yang bingung. Bagaimana kebingungan ini bisa terjadi? Itu karena orang menggunakan istilah-istilah ini secara bergantian atau bahkan mencampurnya.

Di sini, kami memperjelas tiga istilah tersebut dan bagaimana masing-masing teridentifikasi dengan kemajuan terkomputerisasi seperti API (Application Programming Interface). Bagaimana API memberdayakan digitisasi? Demikian juga, bagaimana sistem API memberdayakan digitalisasi untuk menghemat biaya? Menghitung item API dapat membawa perubahan insightful ke depan dalam membangun bisnis baru.

Apa Arti Digitisasi?

Digitisasi mengacu pada mengubah benda fisik menjadi salinan atau representasi digital. Sebagai contoh, menulis sebuah catatan kertas, menyimpannya sebagai arsip terkomputerisasi (misalnya, PDF). Singkatnya, digitisasi mengubah sesuatu yang non-digital ke digital. Sistem komputer kemudian dapat menggunakannya untuk pengaplikasian yang berbeda.

Digitisasi Tulisan Kertas ke PDF
Digitisasi Tulisan Kertas ke PDF

API tidak mendigitisasikan. Bagaimanapun, API dapat mengambil bagian dari menggabungkan dua sistem komputer untuk mengurangi jeda antar media. Misalnya, pengguna memasukkan informasi diri ke dalam aplikasi seluler. Aplikasi seluler mengirimkan informasi ini ke API yang akan mengarahkan data ke operasi backend atau kumpulan data. Informasi tersebut kemudian tersedia untuk sistem komputer lain dan penggunaan.

Nilai Bisnis Digitisasi

Digitisasi tidak memiliki nilai bisnis. Meskipun demikian, ini menetapkan framework untuk kasus bisnis yang memengaruhi data. Yakni, pengaruh yang memberdayakan pembuatan nilai bisnis, yang membutuhkan data.

Apa itu Digitalisasi?

Digitalisasi berkaitan dengan pemberdayaan, peningkatan, atau perubahan ukuran bisnis dengan memanfaatkan inovasi digital (misalnya, API) dan informasi digital.

Mengapa Transformasi Digital Penting untuk Bisnis?

Definisi umum transformasi digital dapat melibatkan beberapa bidang bisnis. Ada satu kesamaan yang mereka miliki: memahami perlunya mengekspos teknologi untuk mendukung transformasi, bukan mendorongnya.

Seperti yang dikemukakan oleh CommerceCentric, transformasi digital adalah:

  • Menerapkan teknologi digital untuk mengubah cara bisnis beroperasi, terutama di sekitar komunikasi dan cara membangun nilai pelanggan
  • Memanfaatkan teknologi digital untuk menyelesaikan masalah bisnis secara umum
  • Menggabungkan teknologi digital ke dalam semua bidang bisnis

Transformasi digital tidak lain adalah transformasi bisnis yang lengkap. Bisnis ini juga akan berkembang menjadi perubahan budaya sepenuhnya. Kembangkan action plan dan siklus internal untuk mengelola pelanggan dengan cara yang inventif dan menarik.

Langkah Memulai Transformasi Digital

Tetapi ini bukan hanya tentang menggunakan teknologi secara langsung dan lebih banyak tentang peran kepemimpinan dalam menghadapi perubahan saat ini atau mengikuti situasi pasar.

Apa Transformasi Digital Penting bagi Bisnis?

Transformasi digital penting menunjukkan transformasi bisnis dari tradisional ke digital. Bisnis ini memahami bagaimana pelanggan ingin berbelanja, melihat-lihat, berbicara, dan membeli dari bisnis atau merek Anda. Baik sekarang dan di masa depan. Ini berarti mengetahui ekspektasi pelanggan dan mengakuinya sebelum pesaing bisnis melakukannya. Sebagai sebuah perusahaan, Anda belajar dari interaksi Anda dengan pelanggan. Beradaptasi dengan cepat untuk mengoptimalkan komunikasi tersebut. Pada akhirnya, mendapatkan nilai dari pelanggan Anda.

Singkatnya, transfer pemikiran kuno ke digital dan adopsi pola pikir digital-first.

Transformasi digital adalah perubahan radikal pada cara perusahaan Anda mengelola bisnis, investasi jangka panjang. Untuk berkembang, Anda perlu memikirkan kembali model operasi lama. Bersiaplah untuk bereksperimen lebih banyak dan jadilah lebih fleksibel dalam mengakui pelanggan dan pesaing.

Anda juga perlu memahami peran penting yang dimainkan teknologi dalam potensi untuk mengembangkan bisnis Anda dengan pasar. Penting untuk terus tingkatkan nilai bagi pelanggan Anda.

Apa Nilai Bisnis Transformasi Digital Penting?

Perusahaan dapat mengidentifikasi model bisnis baru berdasarkan info pelanggan yang mungkin melengkapi atau bahkan memperkuat bisnis dan pasarnya yang ada. Ini adalah mengapa transformasi digital penting.

Langkah Memulai Transformasi Digital
Power Academy Inhouse Exclusive Program, partner memulai transformasi digital (Sumber: Power Academy)

Power Academy didukung oleh PowerCommerce.Asia adalah program yang akan menjadi partner terbaik dalam melakukan transformasi digital. Anda dapat memulai dengan menyusun blueprint untuk roadmap transformasi digital. Kemudian, membangun budaya organisasi digital dan akhirnya mengubah pola pikir digital perusahaan Anda. Tidak hanya itu, dengan Power Academy, Anda bisa mengaplikasikan alat transformasi digital plus teknologi langsung ke brand atau perusahaan Anda. Apakah Anda tertarik memulai transformasi digital dengan Power Academy? Hubungi kami disini. [PCA/Nastri]


Langkah Memulai Transformasi Digital

Urgensi Transformasi Bisnis Digital, Mulai Dari Mana?

Salah satu topik yang paling banyak dibicarakan di dunia bisnis saat ini adalah transformasi digital. Sejak dimulainya pandemi, brand dan perusahaan telah merasakan tekanan untuk meningkatkan kemampuan teknologi mereka. Pertanyaannya, darimana langkah memulai transformasi digital PowerPeople?

Untuk beberapa kasus, perubahan ini menjadi sebuah urgensi yang dipaksakan, seperti pindah ke model bisnis online atau memindahkan tenaga kerja ke kemampuan kerja secara remote. Transformasi digital adalah langkah besar. Brand atau perusahan dapat melihat ke mana mereka ingin pergi, seperti peningkatan efisiensi, peningkatan produktivitas, hingga pengurangan biaya operasional.

Terlepas dari posisi brand atau perusahaan PowerPeople saat ini, ada banyak pekerjaan yang harus diselesaikan ketika akan memulai perjalanan transformasi digital. Jika PowerPeople belum memulai perjalanan transformasi digital, janganlah membuang-buang waktu dan tenaga. Kami punya empat langkah penting untuk PowerPeople memulai sebuah transformasi digital.

1. Tentukan Arti “Digital” Untuk Brand Anda

Meskipun transformasi digital itu penting, langkah pertama yang harus PowerPeople lakukan adalah memahami apa arti transformasi digital bagi brand. Bentuk dari "digital" dapat memiliki arti yang berbeda, tergantung dari kematangan, industri, persaingan, rantai nilai, dan ekosistemnya dari brand PowerPeople. Jadi, pahami dulu apa yang PowerPeople maksud dengan 'menjadi digital', lalu segera mulai langkah selanjutnya.

2. Tetapkan Bagaimana Brand Anda Akan Menjadi Digital

Sudah mengidentifikasi bentuk dari transformasi digital pada brand atau perusahaan PowerPeople? Langkah memulai transformasi digital selanjutnya adalah mengevaluasi berbagai bentuk transformasi digital yang ada. Ada berbagai macam bentuk dari transformasi digital, mulai dari front-end seperti produk dan pengalaman pelanggan, hingga transformasi back-end seperti cloud dan infrastruktur teknologi.

3. Siapkan Tenaga Kerja Anda untuk Transformasi

Transformasi digital bukanlah sebuah proses perubahan dari individu, namun berlangsung secara keseluruhan ekosistem brand. Sangat penting bagi PowerPeople untuk mengkomunikasikan rencana dan visi dengan jelas kepada seluruh tim. PowerPeople bisa memulai dengan memberikan transparansi kepada karyawan terkait struktur dan rencana yang jelas, serta pelatihan yang memadai untuk mempersiapkan mereka menghadapi transformasi digital.

4. Temukan Partner untuk Menemani Langkah Memulai Transformasi Digital

Last but not least, proses transformasi digital dapat berjalan dengan mulus dengan menemukan partner yang tepat untuk brand PowerPeople. Partner yang tepat dapat memberikan berbagai kemudahan untuk proses transformasi digital yang dijalankan. Seperti apa peran partner dalam langkah memulai transformasi digital ini?

PowerPeople bisa mendapat layanan konsultasi yang akan membantu dalam menyusun roadmap blueprint transformasi digital dan mengintegrasikan teknologi digital di brand PowerPeople. Partner yang tepat juga dapat berbagi pendekatan dan praktik terbaik untuk brand dan perusahaan PowerPeople. Sehingga proses transformasi digital akan berjalan lebih mulus serta sesuai dengan kondisi dan kebutuhan PowerPeople. Lalu, dimana PowerPeople bisa menemukan partner tersebut?

Langkah Memulai Transformasi Digital
Power Academy Inhouse Exclusive Program, partner memulai transformasi digital (Sumber: Power Academy)

Power Academy powered by PowerCommerce.Asia merupakan sebuah program yang akan menjadi partner terbaik dalam melakukan transformasi digital. Dimulai dari menyusun blueprint roadmap transformasi digital, membangun kultur organisasi digital, hingga merubah mindset digital pada brand atau perusahaan PowerPeople. Tak hanya itu, bersama Power Academy, tools and technology transformasi digital akan diaplikasikan langsung di brand atau perusahaan PowerPeople.

Terlihat mudah, bukan? PowerPeople tertarik untuk segera memulai transformasi digital bersama Power Academy? Segera hubungi kami disini. (PCA/Fahri)


Perkembangan Transformasi Digital di Indonesia

Pandemi Covid-19 telah meningkatkan aktivitas daring masyarakat dan mendorong akselerasi perkembangan transformasi digital di Indonesia. Transformasi digital memang bukan lagi menjadi opsi melainkan sudah menjadi mandatory atau suatu hal yang wajib saat ini.

Bukan tanpa alasan, hal ini sejalan dengan misi Indonesia Maju 2045. Dimana Indonesia menjadi salah satu negara yang diproyeksikan menjadi satu dari 5 raksasa ekonomi dunia dengan total Produk Domestik Bruto (PDB) 7 triliun US Dollar. Lalu apa yang perlu disiapkan untuk mewujudkan misi tersebut? Tentunya sebuah ekosistem digital yang tangguh!

Sejak tahun 2020, Indonesia telah memiliki roadmap transformasi digital yang disusun untuk 25 tahun ke depan. Ada 4 sektor strategis yang menjadi fokus utama kebijakan ini, yakni infrastruktur digital, pemerintahan digital, ekonomi digital dan masyarakat digital.

Lalu, seperti apa sih perkembangan transformasi digital di Indonesia, terutama pada 4 sektor tersebut?

Infrastruktur Digital

Insfrastruktur 4G di Indonesia belum merata
Cakupan jaringan internet di Indonesia yang masih belum merata (Sumber: Freepik by jannoon028)

Infrastruktur tentu menjadi kunci utama dalam sebuah transformasi digital. Salah satunya yang paling mendasar adalah infrastruktur koneksi internet. Meski koneksi internet cukup penting, ketersediaan jaringan 4G disebut masih belum mencakup seluruh wilayah Indonesia. Lebih dari 50 persen dari keseluruhan wilayah daratan Indonesia masih belum ter-cover 4G.

Karena itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menargetkan pada akhir Tahun 2022 seluruh desa dan kelurahan di Indonesia sebanyak 83.218 desa dan kelurahan seluruhnya sudah bisa terjangkau sinyal 4G.

Pemerintahan Digital

E-Filing dari Direktorat Jendral Pajak
Salah satu institusi yang telah memanfaatkan teknologi digital (Sumber: pajak.go.id)

Pada sektor pemerintahan, sudah ada beberapa institusi pelayanan publik yang telah berbasis elektronik. Sebut saja, e-government dan e-Filling pajak sebagai contoh. Beberapa surat atau kartu penting juga sudah berbasis digital. KTP yang kita miliki telah berbasis elektronik, begitu pula pemakaian QR Code di beberapa surat-surat penting, seperti Akta Kelahiran.

Melalui pemerintahan berbasis digital ini, diharapkan dapat mewujudkan efisiensi dan efektivitas kerja aparatur sipil negara (ASN). Dengan efisiensi ini, diharapkan jajaran pemerintahan dapat menggunakan waktu yang optimal untuk kegiatan yang menambah nilai (value added activities).

Masyarakat Digital

Transformasi digital dalam akses penggunaan Transjakarta
Transformasi digital dalam akses penggunaan Transjakarta (Sumber: Transjakarta)

Transformasi digital di Indonesia juga terjadi di tengah kehidupan sehari-hari masyarakat. Bentuk yang paling sering kita temui akhir-akhir ini ada di perilaku belanja online masyarakat. Sudah banyak orang yang menggunakan teknologi eCommerce untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Selain itu, beberapa aktivitas dari masyarakat juga tak luput dari dampak transformasi digital. Sebut saja penggunaan uang elektronik, transportasi online, hingga penggunaan internet dan media sosial. Satu hal yang ingin didorong pemerintah ada di peningkatan literasi digital melalui berbagai macam kegiatan. Hal ini diharapkan dapat memicu peningkatan kemampuan penggunaan teknologi di masyarakat.

Ekonomi Digital

UMKM Go Digital
Halal Plaza sebagai salah satu platform UMKM Go-Digital (Sumber: halalplaza.asia)

Ekonomi digital menjadi salah satu lini yang paling pesat perkembangannya di Indonesia. Hal ini mungkin terjadi karena proses digitalisasi membuat semua transaksi jadi lebih mudah dan lebih praktis jika dibandingkan dengan transaksi konvensional.

Apalagi potensi ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mencapai lebih dari 43% atau US$133 miliar pada tahun 2025. Pemerintah juga telah mendorong UMKM sebagai salah satu penyumbang PDB terbesar untuk bertransformasi dan go-digital. Saat ini, 14% atau sekitar 9 juta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sudah bermigrasi menjadi UMKM digital.

Transformasi digital di Indonesia menjadi salah satu hal yang perlu diprioritaskan, terutama oleh UMKM, brand, dan perusahaan. Dikutip dari kemenkeu.go.id, Menteri Keuangan, Sri Mulyani menyebut bahwa digital ekonomi bisa memberikan akses yang jauh lebih luas kepada masyarakat. Tak hanya itu, produktivitas dari setiap perusahaan akan meningkat, dan ini sangat memberikan dampak positif bagi kinerja perusahaan.

Program transformasi digital di Indonesia by Power Academy
Program transformasi digital di Indonesia by Power Academy (Sumber: PowerCommerce.Asia)

Apakah brand atau perusahaan PowerPeople telah melakukan proses transformasi digital? Jika belum, jangan khawatir. Power Academy by PowerCommerce.Asia menghadirkan Inhouse Exclusive Program yang akan membantu PowerPeople menyusun roadmap transformasi digital. Selain itu, Power Academy juga akan membantu untuk mengaplikasikan tools dan technology langsung di perusahaan PowerPeople.

Tertarik untuk mengikuti Inhouse Exclusive Program by Power Academy? Kunjungi link berikut ini. (PCA/Fahri)


Integrasi Sistem Logistik Pada Fulfillment Center

Bagi sebagian orang, fulfillment mungkin masih jadi sebuah istilah yang asing. Tapi bagi mereka yang sudah lama terjun di industri eCommerce, tentu saja fulfillment sudah menjadi bagian dari pekerjaan sehari-hari mereka. Jadi apa sih fulfillment center itu?

Di dunia eCommerce, fulfillment adalah sebuah proses dalam pemenuhan permintaan konsumen. Segala proses yang berkaitan dengan pemenuhan permintaan konsumen ini terjadi dalam sebuah tempat yang biasa disebut sebagai fulfillment center.

Sebagian orang mungkin kerap salah kaprah dan menganggap fulfillment center itu sama dengan warehouse atau gudang. Padahal kedua hal tersebut berbeda. Warehouse biasanya hanya berfungsi sebagai gudang penyimpanan barang atau produk saja. Sedangkan fulfillment center memiliki sistem terintegrasi dan juga fasilitas yang lebih lengkap untuk proses e-commerce supply chain management.

Apa saja kegiatan atau proses yang terjadi di dalam sebuah fulfillment center?

Proses dalam Fulfillment Center
Beberapa proses yang berlangsung dalam fullfilment center (Dok: powercommerce.asia)

Storage & Warehousing

Sebuah fulfillment center memiliki fungsi penyimpanan dengan gudang berkapasitas besar yang ditunjang fasilitas mumpuni. Salah satu elemen terpenting dalam sebuah warehouse adalah tersedianya racking system (sistem rak). Racking menjadi tempat utama untuk menyimpan barang-barang dengan aman dan rapi. Barang atau produk juga akan lebih mudah ditemukan oleh tim picking ketika sedang mengambil produk yang dipesan oleh konsumen.

Inventory Management

Pengelolaan stok barang merupakan hal essensial dalam sebuah supply chain management. Pencatatan proses keluar-masuk barang tentunya harus segera ter-update di database untuk menghindari kesalahan dalam data stok produk. Seiring dengan perkembangan teknologi, inventory management dalam sebuah fulfillment center biasanya sudah dibantu dengan sistem barcode. Dimana ketika ada barang masuk atau keluar, cukup pindai barcode dan stok akan ter-update secara real-time.

Picking & Packing

Dalam proses pemenuhan pesanan dari konsumen, pengemasan merupakan faktor yang sangat penting untuk menentukan kepuasan konsumen ketika menerima pesanan. Di sebuah pusat fulfillment, sudah tersedia sumber daya khusus yang dialokasikan untuk proses pengambilan dan pengemasan produk. Kecepatan serta ketepatan proses picking dan keamanan pengemasan produk bukan menjadi masalah berarti berkat kehadiran fasilitas memadai yang ada di fulfillment center.

Shipping

Gerbang terakhir di dalam proses fulfillment adalah pengiriman produk. Di dalam sebuah fulfillment center, pesanan konsumen telah dipilah sesuai dengan layanan ekspedisi yang dipilih pelanggan. Tak hanya itu, proses retur pesanan produk oleh pelanggan juga akan terakomodir dan tentunya terintegrasi dengan sistem yang ada.

Terlepas dari proses-proses yang telah disebutkan, fulfillment centre juga akan memiliki peran penting dengan kehadiran omni-channel solution. Dimana proses pengiriman produk akan terintegrasi dengan hub-hub yang tersebar di berbagai daerah. Hal ini akan memungkinkan pesanan untuk dikirim dari hub terdekat dari lokasi konsumen dan akan mengefisiensikan waktu pengiriman pesanan.

Apakah PowerPeople tertarik untuk menemukan kemudahan dalam berjualan online dengan memanfaatkan fulfillment center? Sebagai perusahaan eCommerce omni-channel enabler di Indonesia, PowerCommerce.Asia memiliki fasilitas fulfillment center dan warehouse yang tersebar di berbagai kota di Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya, dan Yogyakarta.

Tertarik dengan jasa fulfillment kami? Hubungi kami disini. (PCA/Fahri)


TikTok, Platform Social Media Marketing Kekinian

TikTok, Platform Social Media Marketing Kekinian

Sepanjang tahun 2020 lalu, TikTok menjadi salah satu platform social media yang sangat hits di seluruh dunia. Riset yang dilakukan oleh Sensor Tower menunjukkan bahwa TikTok menjadi aplikasi yang paling banyak diunduh di seluruh dunia per Juli 2020. Lalu bagaimana dengan di Indonesia?

Di Indonesia, terdapat sekitar 30,7 juta pengguna TikTok dan menjadikan Indonesia sebagai negara dengan pengguna TikTok terbesar keempat di dunia. Banyaknya jumlah pengguna aktif Tiktok di Indonesia tentunya bisa dimanfaatkan brand untuk menjadikannya sebagai salah satu platform social media marketing. Apa saja yang bisa dimanfaatkan oleh brand melalui aplikasi Tik Tok ini? 

Membangun Brand Awareness

@mamasukaindonesiaApa kamu siap mendapat banyak pujian karena berhasil memasak kulit ayam krispi yang lezat? Kalau begitu, lakukan tips ini sekarang juga ya!##tipsmasak♬ Ampun Bang Jago - Tian Storm & Ever Slkr

Salah satu tujuan awal dari memanfaatkan social media marketing adalah untuk membangun brand awareness. Dengan banyaknya jumlah pengguna aktif Tik Tok di Indonesia tentunya tak ada lagi keraguan untuk segera memperkenalkan produk atau jasa yang ditawarkan lewat Tik Tok. Lalu, cara apa saja yang bisa brand PowerPeople terapkan?

Ada berbagai cara yang bisa dilakukan, mulai dari menggunakan hashtag, membuat sebuah challenge, hingga endorse Key Opinion Leader (KOL). Tentunya PowerPeople sudah sering bukan melihat berbagai challenge yang viral di TikTok? Yakin tak ingin mencoba untuk membangun brand awareness brand PowerPeople?

Meningkatkan Engagement dengan Konsumen

Perbandingan Engagement Rate Tiktok dan Instagram
Perbandingan Engagement Rate Tik Tok dan Instagram (Sumber: Influencer Marketing Hub)

Interaksi antara brand dengan konsumen menjadi sangat penting untuk membangun kepercayaan dari konsumen itu sendiri. Salah satunya bentuk interaksi yang bisa dilakukan adalah melalui user-generated content (UGC) atau konten yang dibuat oleh konsumen.  UGC menawarkan social proof terhadap brand karena konten UGC dibuat setelah mereka mencoba produk dari brand tersebut.

Selain itu, engagement rate di TikTok saat ini menjadi yang tertinggi dibanding platform lain, seperti Instagram. Riset Influencer Marketing Hub menunjukkan engagement rate di Tik Tok berkisar antara 5-9% per unggahan, lebih tinggi dibandingkan Instagram yang hanya menyentuh 1-7% per unggahan. Artinya, interaksi antarpengguna, seperti memberikan like dan komentar, lebih sering terjadi di TikTok.

TikTok bisa menjadi salah satu platform social media marketing yang menjanjikan untuk membangun hubungan antara brand dan konsumen. 

Social Media Marketing dengan TikTok Ads

Sama seperti platform social media lain, Tik Tok juga memiliki fitur Ads atau iklan berbayar yang bisa PowerPeople manfaatkan. Bentuk dari Ads yang bisa digunakan juga beragam, mulai dari in-feed native ads, hashtag challenge ads, dan juga brand takeover ads.

Nantinya PowerPeople bisa mendapatkan keuntungan dari iklan bertarget. Mirip dengan iklan di Facebook dan Instagram, PowerPeople dapat menargetkan audiens berdasarkan jenis kelamin, lokasi, usia, minat, dan lain-lain. Hal ini menjadikan Tik Tok Ads sebagai social media marketing platform yang efektif untuk menjangkau segmen pelanggan tertentu.

Jadi, apakah brand PowerPeople sudah tertarik untuk memanfaatkan TikTok sebagai salah satu platform marketing yang digunakan? Selain memanfaatkan social media marketing, PowerPeople juga bisa mempelajari lebih lanjut mengenai menjalankan transformasi digital bersama Power Academy. (PCA/Fahri)

 

 


eCommerce Omni-Channel, Asa Baru Dunia eCommerce

Tak bisa dipungkiri, eCommerce telah menjadi bagian esensiil dalam kehidupan sehari-hari. Dari yang dulu hanya dipergunakan untuk membeli produk-produk kebutuhan tersier, kini banyak orang yang bergantung pada platform eCommerce untuk memenuhi kebetuhan sehari-harinya.

Terlepas dari kondisi pandemi COVID-19 yang menjadi salah satu pendorongnya, laporan McKinsey di tahun 2018 lalu telah memprediksi bahwa industri e-commerce di Indonesia akan mencapai nilai USD 40 miliar pada tahun 2022. Bahkan, rilis dari Kominfo menyebutkan bahwa pertumbuhan eCommerce Indonesia sangatlah tajam dan mencapai 91 persen selama pandemi ini.

Hal ini menunjukkan bahwa pandemi COVID-19 memang menghadirkan akselerasi pertumbuhan bagi dunia eCommerce. Terlepas dari hal ini, pengalaman berbelanja melalui platform eCommerce memang sedikit berbeda dibandingkan ketika pelanggan berbelanja langsung ke toko offline. Lalu apa yang perlu dilakukan oleh brand untuk tetap menghadirkan pengalaman belanja online terbaik bagi pelanggan? eCommerce Omni-Channel solusinya.

Apa itu eCommerce Omni-Channel?

eCommerce Omni-Channel
Integrasi Seluruh Platform pada eCommerce Omni-Channel (Dok. PowerCommerce.Asia)

eCommerce Omni-Channel merupakan salah satu metode pemasaran yang menggunakan banyak platform namun tetap terintegrasi satu sama lain. Meskipun brand menggunakan banyak platform, pelanggan akan tetap merasakan pengalaman yang sama di semua platform, baik dari toko offline, marketplace, hingga media sosial.

PowerCommerce.Asia sebagai eCommerce Omni-Channel Enabler and Supply Chain Solution-Services Company memahami betul keresahan yang selama ini dirasakan brand dan juga pelanggan. Apalagi, selama masa pandemi ini penggunaan platform eCommerce mengalami peningkatan dan tentu harus bisa dimanfaatkan oleh brand.

Karena itu, melalui eCommerce Omni-Channel Enabler ini, PowerCommerce.Asia mencoba menghadirkan solusi 360° kepada brand untuk meningkatkan skala bisnis mereka dan menjadi superior dibandingkan kompetitor.

Mengapa Brand Harus Menerapkan eCommerce Omni Channel?

Menghadirkan Pengalaman Terbaik Untuk Pelanggan

Dengan terintegrasinya seluruh platform yang ditawarkan, pelanggan akan merasakan pengalaman yang sama dari setiap platform yang mereka gunakan. Integrasi ini tak hanya terbatas di platform online saja, namun juga offline. Sehingga, ketika PowerPeople belanja produk secara online, pengiriman pesanan tersebut bisa langsung diproses dari hub terdekat dan diterima hari itu juga.

Memahami Perjalanan Pelanggan

eCommerce Omni-Channel memungkinkan brand untuk mengumpulkan dan menggabungkan data pelanggan dari berbagai platform yang digunakan. Jika digabungkan, data ini akan memberikan gambaran lengkap tentang jenis pelanggan apa yang tertarik dengan produk PowerPeople dan seperti apa perilaku mereka, yang memberi PowerPeople kekuatan untuk meningkatkan pelayanan pelanggan yang dihadirkan.

Kontrol Dari Satu Dashboard

Brand tak perlu pusing untuk mengelola toko mereka yang berada di berbagai platform. Control Tower Dashboard dari PowerCommerce.Asia akan membantu brand untuk upload produk, mengelola stok, hingga memantau penjualan dari satu dashboard saja. Brand juga dapat mengolah data penjualan dan menggunakannya untuk mengidentifikasi masalah apa pun yang memerlukan tindakan sesegera mungkin.

Jadi, apakah PowerPeople tertarik untuk scale up your business dan menghadirkan eCommerce Omni-Channel solution? Hubungi kami disini (PCA/Fahri)


3 Tren Ecommerce di 2021

Tren ecommerce tengah berada dalam posisi positif pada tahun 2020 lalu. Lanskap ritel telah bergeser dan semakin banyak konsumen yang memilih kemudahan dalam belanja online. Bukan tanpa alasan, pandemi Covid-19 telah membuat konsumen lebih nyaman untuk belanja secara online karena dapat menghindari kontak langsung dengan orang lain.⁠ 

Keadaan tersebut menghadirkan akselerasi pada perkembangan industri ecommerce di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Dikutip dari tempo.com, nilai transaksi ecommerce di 2020 lalu mencapai 253 triliun rupiah.  Angka tersebut meningkat dari tahun 2019 yang hanya mencapai 205,5 triliun rupiah. 

Di tengah akselerasi pertumbuhan ecommece saat ini, tren apa yang akan hadir pada tahun 2021 ini?⁠

Here we go, 3 prediksi tren ecommerce yang harus Anda perhatikan di tahun 2021 ini

New Consumer Behaviour

tren ecommerce 2021
Perubahan perilaku pelanggan mulai terjadi semenjak pandemi COVID-19 hadir (Photo by Dennis Siqueira on Unsplash)

Selama masa pandemi ini, konsumen mulai terbiasa untuk membeli kebutuhan sehari-hari secara online. Survey yang dilakukan oleh Statista menunjukkan bahwa alasan utama konsumen berbelanja online adalah karena produk yang dipesan bisa langsung diantar langsung ke rumah. Tentunya alasan tersebut sangat masuk akal, mengingat saat ini orang sangat menghindari kerumuman.

Perubahan pola perilaku konsumen ini yang akan berdampak pada pertumbuhan ecommerceBank Indonesia memproyeksikan pada tahun 2021 ini nilai transaksi di ecommerce akan meningkat 33% dan menyentuh angka 337 triliun rupiah. Brand tentunya perlu mempelajari perubahan perilaku konsumen dan memanfaatkan opportunity yang ada di dalamnya.

Fulfillment Sebagai Pembeda

Fulfillment services bisa menjadi pembeda di tengah tren e-commerce saat ini (Sumber: sap-express.id)

Dikutip dari shopify.com, pada paruh pertama tahun 2020, industri ecommerce mengalami peningkatan permintaan fulfillment hingga 51%. Di tengah tren ecommerce yang terjadi di seluruh dunia, banyak brand dan pemilik bisnis memprioritaskan peningkatan fulfillment untuk mencegah kenaikan biaya dan memenuhi ekspektasi konsumen.

Brand dihadapkan pada tuntutan yang diinginkan oleh konsumen, yakni pengiriman cepat, murah, dan aman. Tak ada pilihan lain bagi brand selain menata ulang fulfillment process yang mereka miliki. Mulai dari peningkatan produktivitas pemenuhan pesanan, efisiensi proses picking dan handling, serta memaksimalkan manajemen inventaris.

Belanja Online Berasa Offline

Apa Itu Pendekatan Omnichannel
Omni-Channel sebagai solusi menjadikan belanja online senyaman belanja offline (Sumber: powercommerce.asia)

Di tengah menggeliatnya tren berbelanja online, tentunya banyak brand yang turut terjun ke dunia ecommerce. Mereka yang asalnya hanya fokus berjualan dari toko offline, kini mulai beralih menjual produknya di platform ecommerce. Sayangnya, masih banyak brand atau bisnis yang tak menghadirkan pengalaman yang sama seperti ketika konsumen tengah berbelanja di toko offline. Bagaimana cara bisnis Anda siap menghadirkan pengalaman tersebun dan bertransformasi ke era serba digital?

Brand akan selalu dituntut untuk menghadirkan pengalaman dan kenyamanan yang sama untuk online shopping experience konsumen. Mulai dari channel penjualan yang beragam, pengiriman yang cepat, hingga responsivitas dari layanan pelanggan yang dimiliki. Karena itu, integrasi antar platform melalui solusi omni-channel sebagai sebuah hal yang akan wajib diterapkan oleh brand agar mampu bersaing dengan para kompetitor.

PowerCommerce.Asia sebagai ecommerce omni-channel enabler and supply chain solution-services company siap membantu Anda untuk menyusun strategi dalam menghadapi tren ecommerce di 2021 ini. Feel free to ask us and we are ready to empowering your brand! (PCA/Fahri)