Membangun Rumah Ekonomi Indonesia Melalui UKM

Tak hanya sektor kesehatan, pandemi Covid-19 membawa banyak sekali dampak pada sektor ekonomi Indonesia. Dampak yang dialami pada sektor ekonomi ini juga berpengaruh kepada para UKM yang menjadi 99,9% pelaku usaha di Indonesia.

"Di masa Covid-19 ini, para pelaku UKM ini memiliki permasalahan mulai dari masalah produksi hingga ke pemasaran. Berbagai upaya telah dilakukan oleh para UKM agar bisa terus bertahan, mulai dari pengurangan jam kerja, hingga pengurangan tenaga kerja," buka Prof.Dr.Rully Indrawan, MSi. , Sekretaris Kementerian KUKM RI pada Webinar 'Membangun Rumah Ekonomi Indonesia'.

Meskipun dihantui oleh berbagai macam permasalahan dan ancaman, pandemi COVID-19 ini merupakan momentum untuk membangun ekonomi Indonesia. Dimana kelak krisis seberat apapun tidak akan bisa menggoyahkan perekonomian Indonesia. Perkembangan sektor ekonomi tidak bisa dilepas dari Usaha Kecil Menengah (UKM). Mengapa demikian? Karena hampir 60% dari PDB Indonesia didominasi oleh sektor ini.

Pengamat ekonomi, Aviliani, menyatakan ancaman resesi yang saat ini akan dihadapi oleh Indonesia sebenarnya bukan sesuatu yang perlu ditakutkan oleh para pelaku UKM. "Resesi harus dilihat sebagai peluang, entrepreneur harus memiliki prinsip bahwa ditengah ancaman itu ada sebuah peluang yang harus mampu dimanfaatkan," ujar Aviliani.

Ekonomi Indonesia
Webinar Membangun Rumah Ekonomi Indonesia yang diselenggarakan melalui platform Zoom (Sumber: Zoom)

UKM Sebagai Tulang Punggung Ekonomi Indonesia

Saat ini, permasalahan yang kerapkali dihadapi oleh UKM Indonesia adalah ketidakpercayaan diri dalam bersaing, termasuk dengan produk-produk impor. Padahal, menurut Sandiaga Uno, UKM sebagai tulang punggung ekonomi Indonesia tidak perlu khawatir karena kekuatan sumber daya manusia di Indonesia sangatlah luar biasa. Justru momen pandemi ini harus jadi start awal untuk membangun UKM lewat fasilitas-fasilitas yang tersedia, termasuk digitalisasi.

Hal senada juga diungkapkan oleh Chief Executive Officer PowerCommerce.Asia, Hadi Kuncoro. Menurut beliau, UKM Indonesia memiliki pertumbuhan yang luar biasa. Hal ini ditandai dengan pertambahan hingga 3 juta seller di marketplace. Dimana UKM telah mampu beradaptasi dan memanfaatkan teknologi.

"Di situasi pandemi ini, UKM Indonesia jadi tulang punggung dan memiliki fleksibilitas untuk membangun bisnisnya. Situasi work from home ini juga telah menjadi akselerator dimana banyak orang yang lebih fokus dalam mengembangkan bisnisnya selama berada di rumah," jelas Hadi Kuncoro.

PowerCommerce.Asia sebagai e-commerce omni-channel and supply chain management telah membangun sebuah ekosistem yang menjadi UKM agregator, yakni Halal Plaza. Sebagai UKM agregator, Halal Plaza mencoba menghadirkan berbagai macam solusi untuk UKM, mulai dari pembinaan hingga proses digitalisasi.

Saat ini sudah ada ratusan UKM yang bergabung bersama Halal Plaza. Tak hanya menembus pasar online melalui marketplace-marketplace yang ada di Indonesia, Halal Plaza juga telah membuka jalan bagi para UKM untuk ekspor lewat Qoo10 Singapore.

Oleh karena itu, UKM Indonesia jelas memiliki potensi yang tak akan pernah putus meskipun berada di masa pandemi. Adaptasi menjadi satu faktor yang harus ditekankan agar UKM bisa tetap bertahan dan menjadi tulang punggung untuk membangun rumah ekonomi Indonesia.

PowerPeople merupakan UKM yang memiliki produk sendiri? Halal Plaza membuka kesempatan untuk para UKM yang ingin menembus e-commerce. Segera daftarkan usaha Anda untuk bergabung bersama Halal Plaza.


e-commerce perubahan ritel

E-Commerce dan Perubahan Ritel di Indonesia

Landscape industri ritel saat ini telah bertransformasi dengan sangat cepat dalam beberapa tahun ke belakang. Beberapa faktor memang menjadi pendorong utama perubahan ritel saat ini. Mulai dari perkembangan teknologi, model bisnis baru, hingga perubahan perilaku konsumen saat ini.

Satu hal yang pasti, Industri ritel memang akan selalu tumbuh dikarenakan ritel memang memiliki peran sangat strategis bagi perekonomian Indonesia. Karena itu transformasi atau perubahan di industri ritel ini terus berlangsung, termasuk di masa-masa pandemi COVID-19 seperti saat ini.

Bisa kita lihat, bisnis yang dapat beradaptasi dengan realitas COVID-19 akan ‘berjalan’ dengan begitu cepat. Namun tak demikian dengan mereka yang tak bisa beradaptasi dan melihat peluang di balik pandemi ini. Dikutip dari fastcompany.com, beberapa pemain di industri ritel telah mendapat pukulan keras, dengan setidaknya 26 brand harus gulung tikar tahun ini.

Terlepas dari kondisi tersebut, ada banyak yang berhasil bertahan dengan yang menggabungkan platform online dan offline dengan cara yang kreatif. Salah satunya dengan memanfaatkan e-commerce.

E-Commerce dan Perubahan Ritel

Proses adaptasi inilah yang perlu dipahami oleh perusahaan ataupun brand yang ingin terus bertahan. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mencatat, per April 2020 ini penjualan produk di media sosial dan e-commerce melonjak hingga 400%. Berkaca pada data tersebut, e-commerce kini telah menjadi pilihan utama oleh konsumen saat ini, termasuk dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Perubahan inilah yang perlu diperhatikan oleh para pemain di industri ritel. Agar mereka dapat terus bertahan di era disrupsi ini, pemain-pemain di industri ritel offline harus bersiap untuk beradaptasi dan bertransformasi mengikuti perubahan ritel saat ini. Salah satunya dengan memanfaatkan e-commerce namun tetap menghadirkan pengalaman seperti berbelanja offline.

Bagaimana caranya?

"Pertama-tama yang harus kita sadari, perilaku customer sudah berubah saat ini, semua berbasis mobile. Sehingga yang tadinya yang berbisnis konvensional offline retail harus sudah memahami perubahan tersebut dan mengikuti perubahan tersebut. Kita harus mulai berubah dalam berbisnis. Ikuti perkembangan dan perilaku behavior customernya. Ini adalah keputusan Anda, mau berubah atau menjadi punah," ucap Hadi Kuncoro selaku CEO PowerCommerce.Asia.

Simak pembahasan lebih lengkap tentang topik ini hanya di Diskusi Solusi untuk UKM Bersama CEO PowerCommerce.Asia, Hadi Kuncoro pada program Smart E-Commerce talks pada hari Senin 12 Oktober 2020 jam 7 malam broadcasting live on SMART FM Radio. Saksikan siaran LIVE di sini! [PCA/Fahri]

 


Launching pinnaclehouse.id - Powered by PowerCommerce.Asia

Bisnis makanan merupakan salah satu bisnis yang sangat populer saat ini. Makanan yang merupakan kebutuhan kita sehari-hari, membuat omset yang dihasilkan juga sangat menggiurkan. Namun, tetap saja, modal menjadi salah satu hal yang kerap dijadikan pertimbangan ketika ingin memulai sebuah bisnis.

Apakah kita bisa memulai bisnis tanpa modal? Pinnacle House Indonesia sebagai food and beverages shop and central kitchen mewujudkan hal tersebut melalui virtual reseller platform yang baru saja diluncurkan.

Sebagai salah satu Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang berasal dari kota Yogyakarta, Pinnacle House Indonesia terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital saat ini. Berkolaborasi dengan PowerCommerce.Asia sebagai pioneer e-commerce omni-channel & supply chain solution and services, Pinnacle House Indonesia sukses menghadirkan platform web e-commerce (web-commerce) dan juga virtual reseller platform.

Teknologi omni-channel ini merupakan teknologi pertama yang mengintegrasikan channel penjualan online dan offline. Bisa di implementasikan pada B2C dan B2B, serta reseller commerce bagi para UKM. Tentunya platform yang terbangun akan sangat membantu perkembangan UKM-UKM terutama yang bergerak bidang Kuliner.

Asep Karya, selaku Pemilik dan Chef Pinnacle House Indonesia menyampaikan: “Kami dari Pinnacle House Indonesia akan selalu berinovasi. Tak hanya dalam menghadirkan produk-produk baru yang inovatif. Tetapi, juga bertransformasi mengikuti perkembangan teknologi digital, seperti web-commerce dan reseller platform ini”

Bisnis Makanan bersama Pinnacle House Indonesia

Kehadiran kedua platform ini diharapkan tidak hanya mampu memudahkan konsumen dalam membeli produk dari Pinnacle House Indonesia. Namun juga memberikan kesempatan pada pelanggan setia untuk memulai bisnis makanan dengan menjual produk Pinnacle House Indonesia. Seperti Strudel, Bomboloni Donuts, hingga Kopi sebagai official virtual reseller.

Ririn Rekyan selaku Owner Pinnacle House Indonesia menjelaskan: “Pinnacle House Indonesia ingin mengajak Anda semua untuk memperoleh penghasilan tambahan dengan cara yang kekinian, yakni dengan Virtual Reseller Platform. Anda bisa menghasilkan penghasilan tambahan, tanpa harus mengeluarkan modal dan tanpa perlu ribet.”

Untuk mendaftar jadi Reseller Pinnacle House Indonesia, Anda cukup membuka website pinnaclehouse.id, lalu mengisi form pendaftaran yang ada disana. Selanjutnya, Anda akan dibuatkan website toko sendiri. Toko tersebut bisa Anda personalisasi tampilannya. Mulai dari banner toko, logo toko, hingga produk-produk apa saja yang ingin Anda jual di toko tersebut.

Selain itu, Anda tak perlu pusing memikirkan proses pengiriman produk karena akan di-handle langsung oleh Pinnacle House Indonesia. Pengiriman produk akan dilakukan dari Hub-Hub terdekat dari lokasi konsumen. Jadi konsumen tak perlu khawatir menunggu lama dan produk akan diterima dalam kondisi fresh.

Dalam rangka Launching Event ini, Pinnacle House Indonesia menawarkan komisi bisnis makanan hingga 15% per produk yang terjual oleh para Virtual Reseller. Tak hanya itu, Reseller yang mampu menghasilkan komisi tertinggi pada periode 26 September 2020 hingga 26 Desember 2020 ini akan mendapatkan reward berupa Logam Mulia.

Informasi lebih lanjut mengenai Pinnacle House Indonesia bisa Anda temukan di Instagram atau langsung ke website. [PCA/Fahri]


bisnis e-commerce

Cara Membangun Bisnis E-commerce di Era Pandemi

Wabah virus Corona telah mengganggu hampir semua sektor bisnis di Indonesia. Namun,juga berdampak positif pada sektor bisnis e-commerce. Mengapa begitu? Karena wabah Covid-19 telah menciptakan kebiasaan baru dalam berbelanja online, sebuah survei menunjukkan.

Perusahaan konsultan manajemen Redseer melalui sebuah survei baru-baru ini telah menunjukkan bahwa lintasan pertumbuhan bisnis e-commerce di Indonesia akan tetap positif. Dengan perkiraan pertumbuhan tahun-ke-tahun sebesar 50 persen mencapai US $ 35 miliar tahun ini dari $ 23 miliar pada 2019.

Laporan e-Conomy SEA 2019 oleh Google, Temasek dan Bain & Company bahkan memperkirakan bahwa ekonomi internet Indonesia berada di jalur yang tepat untuk melewati angka $ 130 miliar pada tahun 2025.

Bagaimana bisnis e-commerce dapat memanfaatkan tren saat ini dan berkembang? Apakah bisa terus bergerak maju melampaui situs dan aplikasi saja? Pengusaha dan pemimpin bisnis melihat situasi ini sebagai peluang untuk berubah menjadi "bisnis seperti biasa" yang baru, dan mereka harus mempertimbangkan tindakan segera iuntuk memenangkan apa yang telah mereka bangun.

Pemilik bisnis menghadapi tantangan karena penguncian dan penurunan ekonomi yang sangat bersejarah saat ini. Namun, pandemi menawarkan kesempatan untuk menemukan saluran baru untuk menjual produk, dan untuk mengeksplorasi cara-cara kreatif untuk menjangkau pemirsa. Jika Anda punya barang bagus, Anda akan mendapatkan pembeli. Kemudian, muncul pertanyaan, cara yang mudah dan efektif seperti apa yang bisa dilakukan untuk membangun bisnis e-commerce di era pandemi ini?

Membangun Bisnis E-commerce

Tetap terhubung dengan pelanggan Anda. Bisakah bisnis e-commerce memenangkan pertarungan akuisisi dan retensi pelanggan? Krisis ini mengubah prioritas dan perilaku konsumen, dan ini kemungkinan besar akan tetap menjadi kebiasaan baru setelah pandemi berakhir.

Bisnis e-commerce yang gesit merespons dengan kenyamanan, keragaman produk, dan transparansi. Memastikan mereka terlibat dengan pelanggan di mana pun mereka berada untuk membangun pertumbuhan bisnis, memperkuat loyalitas pelanggan, dan menembus kategori dan wilayah baru. Dengan cara yang sama Covid-19 akan meninggalkan bekas luka emosional yang abadi, itu juga akan menciptakan ikatan emosional yang langgeng lama setelah pandemi berlalu.

Ingin tahu selengkapnya? Jangan lewatkan, Senin 28 September 2020 jam 7 malam broadcasting live PowerCommerce.Asia x SMART FM Radio present Smart E-Commerce talks. Diskusi Solusi untuk UKM Bersama CEO PowerCommerce.Asia, Hadi Kuncoro. Saksikan siaran LIVE di sini[PCA/Nastri]


Pertumbuhan E-Commerce, Inovasi, dan Investasi

Pertumbuhan e-commerce di Indonesia terus menunjukkan perkembangan yang sangat pesat. Data sensus dari Badan Pusat Statistik menyebut industri e-commerce Indonesia dalam 10 tahun terakhir telah mengalami peningkatan hingga 17%.

Tak heran industri e-commerce di Indonesia terus menghadirkan kolaborasi dan inovasi baru. Inovasi-inovasi yang hadir juga mencakup segala aspek, baik dari segi infrastruktur, teknologi, hingga logistik. Seperti yang dilakukan oleh PowerCommerce.Asia as a pioneer of omni-channel tech solution and services.

“PowerCommerce.Asia dengan omni-channel solution telah mengintegrasikan berbagai channel, mulai dari online and offline, B2C and B2B, hingga on-demand marketplace.” terang Chief Executive Officer PowerCommerce.Asia pada event webinar GAIN Connex Dialogue yang diselenggarakan melalui platform zoom pada Selasa (15/9) lalu.

pertumbuhan e-commerce
Webinar "Overview of Indonesia's eCommerce Market, Innovations and Investment Landscape" (Sumber: Zoom Meetings)

Sebagai salah satu e-commerce enabler di Indonesia, PowerCommerce juga terus berinovasi dengan merambah channel-channel e-commerce lain. Selain channel marketplace yang umum digunakan oleh masyarakat, Powercommerce.Asia juga berkutat di website commerce, social commerce, hingga virtual reseller commerce.

Desentralisasi Logistik

Terlepas dari tingginya pertumbuhan e-commerce serta perubahan pola belanja masyarakat yang memberikan dampak signifikan, ada beberapa sektor pendukung lain yang sebenarnya masih perlu mendapat perhatian lebih.

Menurut Hadi Kuncoro, saat ini ada 2 faktor yang mempengaruhi orang berbelanja online, yakni diskon produk dan logistic delivery cost. Khusus untuk faktor terakhir, permasalahan ini terjadi karena saat ini fokus pengiriman di pasar e-commerce masih terpusat dari kota-kota besar.

Dampaknya, konsumen-konsumen di daerah masih belum bisa mendapatkan pengalaman berbelanja yang sama dengan konsumen di kota-kota besar, terutama dari segi biaya ongkos kirim yang lebih mahal.

“Kami mencoba untuk menghadirkan decentralisation of fulfilment untuk menjadi solusi atas permasalahan ini. Jadi ketika orang berbelanja online, pesanan akan dikirimkan dari hub terdekat,” tambah Hadi Kuncoro.

Konsep desentralisasi logistik ini akan sangat pas diterapkan di Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lain. Hal ini dikarenakan landscape wilayah yang berupa kepulauan kerap menjadi hambatan dalam menghadirkan layanan logistik yang murah serta efisien.

Investasi di Industri E-Commerce

Pada webinar yang mengambil topik “Overview of Indonesia's eCommerce Market, Innovations and Investment Landscape” ini, pertumbuhan e-commerce juga telah membuat industri ini menjadi ladang yang menjanjikan untuk investasi. Donald Wihardja selalu Chief Executive Officer dari MDI Ventures mengungkapkan bahwa industri e-commerce menjadi salah satu industri target investor.

“Kami telah berinvestasi di industri e-commerce dan juga e-commerce supporting logistic. MDI Ventures as a venture capital selalu fokus untuk berkolaborasi, kami berinvestasi untuk berkolaborasi dan bersinergi,” jelas Donald Wihardja.

PowerCommerce.Asia sebagai pioneer omni-channel di Indonesia juga membuka peluang untuk brand mauapun pelaku-pelaku bisnis di sektor terkait yang ingin berkolaborasi untuk menjadi bagian dari perjalanan e-commerce Indonesia. (PCA/Fahri)

 


Special Corporate Deals Imboost

Tetap Fokus bersama Imboost Special Corporate Deals

Tetap Fokus Berkerja Dengan Imun Yang Terjaga Bersama Special Corporate Deals dari Imboost

Sudah lebih dari 6 bulan sejak kasus COVID-19 pertama kali ditemukan di Indonesia, namun masih belum ada tanda-tanda pandemi ini akan berakhir. Bahkan, penyebaran virus COVID-19 di Indonesia kembali mencatatkan rekor penambahan tertinggi pada 3 September lalu dengan total 3.622 kasus.

Pada Minggu (6/5) lalu, Jakarta menduduki posisi pertama dalam jumlah penambahan kasus positif yang paling banyak secara nasional. Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyebut klaster perkantoran menjadi salah satu klaster terbesar untuk penularan Covid-19 di DKI Jakarta. Melihat kondisi ini, langkah seperti apa yang harus diambil oleh para decision maker di perusahaan-perusahaan atau perkantoran?

Tentunya di satu sisi, kegiatan di perusahaan tentunya harus tetap berjalan untuk menggerakkan roda perekonomian. Namun di sisi lain, dengan hadirnya klaster perkantoran ini, kesehatan karyawan juga perlu mendapat perhatian khusus dari stakeholder perusahaan.

Satu hal yang pasti, penerapan protokol kesehatan yang ketat di lingkungan kerja menjadi syarat mutlak untuk mencegah penyebaran di klaster perkantoran. Selain itu, penting bagi setiap orang memperhatikan pola makan dan kecukupan nutrisinya guna menjaga sistem imunitas tubuh. Menjaga imunitas tubuh juga bisa didukung dengan mengkonsumsi suplemen daya tahan tubuh.

Special Corporate Deals Imboost
Tetap Fokus Bekerja bersama Special Corporate Deals Imboost

PowerCommerce.Asia selaku B2B partner Soho Global Health menghadirkan penawaran spesial untuk company owners atau stakeholder perusahaan yang memiliki concern pada kesehatan karyawannya dan membutuhkan pasokan Imboost Suplement Daya Tahan Tubuh bagi seluruh karyawannya.

Mengkonsumsi suplemen daya tahan tubuh memang tidak serta merta menangkal penularan virus. Namun, daya tahan tubuh yang kuat ditambah penerapan protokol kesehatan yang ketat tentunya bisa membantu meminimalisir penyebaran virus COVID-19 saat ini. Pandemi ini tentunya tak akan menunjukkan tanda-tanda akan berakhir tanpa ada langkah-langkah kongkrit dari seluruh pihak.

Perusahaan Anda ingin mendapatkan Imboost Suplemen Daya Tahan Tubuh dalam jumlah besar? Dapatkan Special Corporate Deals disini. (PCA/Fahri)

 


Kenapa Official Store?

Kenapa Harus Jadi Official Store?

Istilah official store tentunya sudah sering kalian dengar bukan? Tapi kenapasih penjual harus menjadikan toko-nya sebagai official store?

Seiring dengan perkembangan teknologi ditambah pandemi yang tak kunjung berakhir, kebiasaan belanja online konsumen mengalami peningkatan. Alhasil, opsi untuk menjajakan produk secara online, terutama melalui marketplace menjadi pilihan menarik untuk diambil.

Sudah banyak brand-brand yang mulai beralih untuk berjualan secara online, sebut saja MamaSuka dan Greenfields yang juga telah merambah platform online. Brand-brand tadi tentunya sudah menjadi produk-produk yang PowerPeople sering temukan ketika berbelanja di toko offline.

Tapi bagaimana cara menarik traffic ketika brand atau toko PowerPeople masih belum dikenal oleh orang? Official Store bisa jadi solusinya. Setiap marketplace memiliki sebutan sendiri untuk official store mereka. Tapi satu hal yang pasti, akan ada banyak keuntungan yang PowerPeople dapat dengan menjadi Official Store.

Official Store Marketplace
Perbedaan dari status-status toko yang ada di marketplace Tokopedia (Sumber: tokopedia.com)

Memberikan Rasa Aman Pada Pembeli

Saat ini ada banyak sekali toko-toko yang menawarkan produk-produk serupa. Alhasil, perang harga menjadi salah satu senjata yang diambil oleh penjual untuk menarik konsumen. Tetapi konsumen saat ini sudah semakin jeli. Tidak semua toko dengan harga murah akan langsung mereka pilih.

Ada beberapa hal yang jadi pertimbangan konsumen, mulai dari stok, keaslian barang, dan tentunya harga produk. Dengan menjadi official store, ketiga poin tersebut tak akan menjadi masalah lagi. Konsumen akan mendapatkan rasa aman dalam berbelanja karena toko yang mereka kunjungi merupakan official store.

Personalisasi Toko Sesuka Hati

Membuat sebuah toko di marketplace memang tak perlu biaya sedikitpun. Tapi imbasnya ada banyak sekali penjual di dalam marketplace dan semuanya akan terlihat sama. Lalu bagaimana cara membuat toko-mu lebih stand out agar dipilih oleh konsumen?

Toko official store memiliki fitur personalisasi toko yang sangat lengkap. Kalian bisa menambahkan banner-banner promosi, video, hingga tag khusus yang menandakan toko-mu merupakan official. Hal ini tentunya akan menarik konsumen untuk mengunjungi toko-mu dibanding toko-toko lainnya.

Memantau Insight Toko

Salah satu fitur yang akan kalian dapatkan adalah data statistik yang lengkap. Seluruh statistik toko, mulai dari data penjualan, kunjungan, hingga pertumbuhan toko bisa kalian akses secara mudah dan terperinci.

Dengan demikian, kalian bisa mengetahui hal-hal apa saja yang selama ini belum maksimal dan perlu ditingkatkan guna menarik ataupun membangun customer loyalty. Ingat, fitur-fitur ini hanya bisa kalian nikmati apabila telah menjadi official store.

Maksimalkan Promosi Toko

Poin penting yang perlu jadi pertimbangan untuk menjadikan toko-mu sebagai official store adalah fitur yang satu ini. Kenapa? Karena toko-mu bisa terlibat pada campaign-campaign yang sedang diselenggarakan oleh marketplace.

Kalian akan mendapatkan kesempatan untuk tampil di halaman utama marketplace atau dilibatkan pada campaign-campaign besar yang ditawarkan oleh marketplace. Tentunya privilege ini akan memberikan keuntungan yang sangat besar untuk mendatangkan traffic dan meningkatan sales di toko milik-mu.

Jadi, apakah kalian tertarik untuk menjadikan toko online-mu sebagai official store? PowerCommerce.Asia as pioneer of omni-channel tech solution and services siap membantu dalam mengelola toko-mu di berbagai marketplace dan menjadikannya sebagai official store. Tunggu apalagi? Hubungi kami disini. (PCA/Fahri)


Apa Itu Pendekatan Omnichannel

Apa Itu Pendekatan Omnichannel?

Pendekatan Omnichannel - atau Omni-channel - adalah pendekatan penjualan lintas saluran yang berupaya memberikan pengalaman belanja yang mulus kepada pelanggan. Baik mereka berbelanja online dari desktop atau perangkat seluler, melalui telepon, atau secara fisik melalui toko. Pendekatan Omnichannel berarti ada integrasi antara saluran distribusi, promosi dan komunikasi di back end.

Menurut Bloomreach, pendekatan Omnichannel memungkinkan bisnis untuk mendapatkan wawasan tentang cara membuat konten dan penawaran yang akan mendorong pelanggan mereka terlibat dalam berbelanja lebih banyak - tidak hanya secara online tetapi juga di toko fisik.

Asal mula pendekatan Omnichannel berasal dari penggunaan sentrisitas pelanggan oleh Best Buy untuk bersaing dengan departemen elektronik Walmart pada tahun 2003. Perusahaan ini membuat pendekatan yang berpusat di sekitar pelanggan baik di dalam toko maupun online, sambil memberikan dukungan post-sales.

Kunci dari pengalaman Omnichannel yang mulus adalah rantai pasokan modern - yang memperluas pengiriman ke seluruh aplikasi seluler, situs web, media sosial, dan toko. Untuk mencapainya, perusahaan harus memecah silo antara toko online dan fisik, seperti yang dilakukan Best Buy, dan mengelola tanggung jawab produk sebagai satu pasar kolektif. Mereka juga membutuhkan teknologi baru, termasuk sistem manajemen inventaris, dan cara baru untuk mengirimkan produk.

PowerCommerce.Asia akan memberikan solusi terbaik dengan meningkatkan pengalaman bisnis dengan pendekatan Omnichannel dan melebihi pesaing perusahaan Anda. OmniChannel kami memberikan pengalaman pelanggan yang mulus dan mengisi celah antara online dan offline.

Apa Itu Pendekatan Omnichannel

3 Kelebihan Pendekatan Omnichannel bersama PowerCommerce.Asia

Integrasikan Bisnis

Lebih dari sekadar trik pemasaran, kelebihan Omnichannel memungkinkan layanan pelanggan terintegrasi, penjualan, merchandising, inventaris, dan perencanaan sumber daya perusahaan.

Memudahkan Logistik dan Layanan Pelanggan

Karena kelebihan Omnichannel meningkatkan analisis perilaku pembeli Anda, ini juga membantu Anda mengidentifikasi cara terbaik untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dan memprediksi persyaratan inventaris.

Analisis Bisnis yang Lebih Baik

Ketika perusahaan memiliki strategi pemasaran Omnichannel, maka secara otomatis memiliki beberapa sumber untuk menarik data.

Baca selengkapnya di sini.

Apakah bisnis Anda siap diperkenalkan kepada strategi Omnichannel? Hubungi kami dan perkenalkan pendekatan Omnichannel ke perusahaan Anda. [PCA/Nastri]