Studi Independen Bersertifikat E-Commerce, Kado PowerCommerce.Asia untuk Indonesia

Menyambut momen HUT Kemerdekaan RI ke-76, Power Academy powered by PowerCommerce.Asia, bersama dengan Kampus Merdeka, kegiatan yang dinaungi oleh Kemendikbudristek Republik Indonesia, akan menjalankan kegiatan Studi Independen Bersertifikat E-Commerce. Kegiatan ini adalah langkah nyata PowerCommerce.Asia untuk turut berkontribusi kepada bangsa Indonesia.

Laporan e-Conomy SEA Tahun 2020 memproyeksikan pertumbuhan digital ekonomi Indonesia akan mencapai 1.736 Triliun di tahun 2025. Oleh karena itu, industri e-commerce akan menjadi salah satu motor penggerak perekonomian digital di Indonesia. Sayangnya, saat ini Indonesia masih kekurangan talenta-talenta digital, salah satu kunci terjadinya transformasi digital. Hal tersebut mendorong Pemerintah Indonesia untuk terus mengupayakan peningkatan talenta digital.

“Kegiatan Studi Independen Bersertifikat E-Commerce diharapkan mampu melahirkan lebih banyak talenta profesional dan para founder entrepreneur baru berbasis digital technology yang nantinya akan menjadi tulang punggung dalam membangun ekosistem e-commerce Indonesia, karena saat ini kita masih kekurangan talenta-talenta tersebut,” jelas Hadi Kuncoro, Chief Executive Officer PowerCommerce.Asia dan Power Academy, yang juga menjadi salah satu mentor di kegiatan Studi Independen Bersertifikat E-Commerce.

Sejak pendaftaran kegiatan Studi Independen Bersertifikat E-Commerce dibuka, antusiasme mahasiswa/i dari seluruh penjuru Indonesia untuk mendaftar sangatlah tinggi. Bahkan, ada mahasiswa yang berani menambah 1 semester perkuliahan lagi agar dapat bergabung dengan Studi Independen Bersertifikat E-Commerce.

“Ini yang saya tunggu-tunggu dan buat saya penasaran. E-commerce ini ilmu yang ingin saya gali, dan ketemu di kegiatan Studi Independen Bersertifikat E-Commerce ini,” ungkap Fajar Hari Kurniawan, salah satu mahasiswa yang telah bergabung dengan kegiatan Studi Independen Bersertifikat E-Commerce.

Studi Independen Bersertifikat E-Commerce
Ngobrol Spesial Kemerdekaan - Studi Independen Bersertifikat E-Commerce (Sumber: Zoom Meeting)

Tercatat hampir 4.000 mahasiswa/i mendaftar melalui website Kampus Merdeka. Setelah melalui beberapa tahapan seleksi, telah terpilih 200 mahasiswa/i. PowerPEOPLE, julukan untuk para mahasiswa/i terpilih, berasal dari 106 perguruan tinggi, 152 program studi, 22 provinsi, dan 48 kabupaten/kota.

Studi Independen Bersertifikat E-Commerce ini akan berjalan selama 16 minggu dan setara dengan 20 SKS. Selain mendapatkan beasiswa pendidikan selama 1 semester, PowerPEOPLE juga akan mendapatkan uang saku dari Kemendikbudristek selama mengikuti kegiatan Studi Independen Bersertifikat E-Commerce ini.

“Dalam keseluruhan pembelajaran, PowerPEOPLE akan dibimbing oleh 21 orang mentor. Semua mentor praktisi adalah orang-orang yang berpengalaman di industri digital dan e-commerce Indonesia,” jelas Clara L. Benarto, Executive Director Kegiatan Studi Independen Bersertifikat E-Commerce. Beberapa mentor berpengalaman yang turut ambil bagian dalam membimbing PowerPEOPLE, antara lain, Mohamad Rosihan, pengurus Asosiasi E-Commerce Indonesia IDEA; Alva Erwin, pakar Big Data; Wasis Gunarto, direktur Kopi Oey; dan Muhamad Ismail, CEO PT. Zahir Internasional.

Rancangan Building Blocks Kurikulum Pembelajaran Studi Independen Bersertifikat E-Commerce (Sumber: Studi Independen Bersertifikat E-Commerce)

Selama 16 minggu PowerPEOPLE akan dimentori sosok-sosok hebat tersebut dan dibekali berbagai materi e-commerce, antara lain manajemen platform E-Commerce, perilaku digital manusia, design thinking, dan UI/UX. Puncak pembelajaran dari kegiatan Studi Independen Bersertifikat E-Commerce ini adalah PowerPEOPLE akan menyelesaikan studi kasus riil di industri E-Commerce.

Sebagai E-Commerce Omni-Channel Enabler and Supply Chain Tech Solution-Services company, PowerCommerce.Asia tak pernah berhenti dalam berkontribusi untuk ekosistem E-Commerce tanah air. Studi Independen Bersertifikat E-Commerce adalah kado yang dihadirkan PowerCommerce.Asia untuk Indonesia di Hari Kemerdekaan ke-76. (PCA/Fahri)


Imboost Shopee

Imboost Achieved 2nd Rank as a Best Brand in Event 7.7

Many predict the future of e-commerce will be even more successful. Therefore, it is not surprising that the current online marketplace continues to emerge with various features and offers.

Interestingly, the success of this e-commerce platform is also influenced by support and innovation from e-commerce enablers. E-commerce enabler is a company that provides A-Z (end-to-end) digital strategy services to other business units that want to sell their products online. We, Powercommerce.Asia, are not only an e-commerce enabler. We offer solutions and services to manage demand generation and demand fulfillment channels in one platform with our Omni-Channel Technology Solution. We have various services and achievements.

Imboost Brand Healthcare Terlaris di Shopee 7.7
Imboost Brand Healthcare Terlaris di Shopee 7.7 (Sumber: Shopee)

In big event 7.7 of Shopee Mega Elektronik Sale, One of our client, IMBOOST achieved 2nd rank in the healthcare category. It made new highest record for us, broke the last record in Harbolnas that we achieved previously in 5th rank. To achieve this, we worked hard together in all teams: operations, fulfillment,

We are really glad to see collaboration among us as ecommerce enabler The Power Group - Power Commerce www.powercommerce.asia, our client PT. Soho Global Health, and the Marketplace Shopee.

We hope we can continue our mission to help the nation to have easy accesses to get the immunity product in this covid pandemic.

Imboost is a health supplement product to increase endurance. Imboost is not a multivitamin but an Immunity Booster (immunomodulator) which has functions to maintain immunity and speed up healing. Imboost contains natural ingredients so it is safe for consumption. (PCA/Indra)

 

 


Kampus Merdeka: Studi Independen E-Commerce

PowerAcademy, salah satu entitas dari PowerCommerce.Asia mendapat kepercayaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbudristek RI) sebagai salah satu mitra pendidikan dalam program Kampus Merdeka Studi Independen E-Commerce.

Kampus Merdeka adalah bagian dari kebijakan Merdeka Belajar yang diprakarsai oleh Kemendikbudristek RI. Program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswi/a untuk mengasah kemampuan sesuai bakat dan minat masing-masing. Tujuannya untuk mendorong mahasiswi/a agar memiliki kompetensi dan siap untuk terjun langsung ke dunia kerja.

Studi Independen E-Commerce

Studi Independen E-Commerce
Program Studi Independen E-Commerce, persiapkan diri masuk ke dunia e-commerce (Sumber: Studi Independen E-Commerce)

Studi Independen adalah bagian dari program Kampus Merdeka yang memberikan ruang kepada mahasiswi/a untuk belajar dan mengembangkan diri melalui aktivitas di luar kelas perkuliahan. Melalui program ini, diharapkan dapat membangun pemahaman dari mahasiswi/a mengenai industri E-Commerce. Sehingga, akan ada lebih banyak lulusan Perguruan Tinggi yang memiliki kompetensi untuk terjun langsung ke bidang E-Commerce.

Program ini sepenuhnya dibiayai oleh Kemendikbud-Ristek dan terbuka untuk mahasiswi/a minimal semester 6 dari berbagai jurusan di seluruh Indonesia. Nantinya, 200 mahasiswi/a terpilih akan mengikuti rangkaian kegiatan Studi Independen E-Commerce selama 16 minggu, terhitung sejak 6 September hingga 24 Desember 2021. Program ini bernilai 20 SKS yang diakui oleh Perguruan Tinggi tempat mahasiswi/a berkuliah.

Selama mengikuti program Studi Independen E-Commerce, mahasiswi/a akan mempelajari seluk-beluk dunia e-commerce dari para profesional dan akademisi yang berpengalaman dalam bidang e-commerce. Mereka akan dibimbing oleh para mentor tak hanya sepanjang pembelajaran, namun juga dalam pengerjaan tugas-tugas diberikan.

Mengapa Harus Mengikuti Studi Independen E-Commerce?

Laporan "e-Conomy SEA 2020" memproyeksikan pertumbuhan digital ekonomi Indonesia akan mencapai 1.736 Triliun di tahun 2025. Berdasarkan proyeksi tersebut, industri e-commerce tentu akan menjadi salah satu motor penggerak perekonomian di Indonesia. Oleh karena itu, dibutuhkan sumber daya manusia yang memahami dan mengerti mengenai perkembangan dari ekosistem e-commerce.

"Melalui program Studi Independen E-Commerce ini, ada beberapa hal yang bisa mahasiswa dapatkan, mulai dari teori dan praktek bisnis e-commerce, hingga kompetensi apa saja yang dibutuhkan oleh industri e-commerce saat ini," jelas Hadi Kuncoro, Chief Executive Officer (CEO) PowerCommerce.Asia yang juga akan menjadi salah satu mentor.

Apakah PowerPeople tertarik untuk menjadi bagian dari Studi Independen E-Commerce? Yuk, segera daftarkan dirimu melalui link berikut ini. Periode pendaftaran hingga 31 Juli 2021.

Apabila ada pertanyaan atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan hubungi tim Power Academy disini.


Tips Cermat Mulai Berjualan di Marketplace

Beberapa tahun belakangan ini, mayoritas masyarakat, baik pemilik usaha maupun pembeli mulai banyak memilih platform marketplace sebagai sarana melakukan jual beli. Apalagi, mekanisme untuk berjualan di marketplace pun sangat mudah. Berbagai kalangan umur dapat melakukannya asal memiliki jaringan internet, alamat e-mail, rekening bank, dan barang untuk dijual. Namun PowerPeople harus tetap cermat jualan di marketplace

Banyak keunggulan yang ditawarkan oleh marketplace yang tidak didapatkan di situs jualan lain. Salah satu contoh dari keunggulan tersebut adalah keamanan yang terjamin untuk pihak penjual maupun pembeli dengan adanya fitur rekening bersama. Hal ini membuat menjadi daya tarik tersendiri yang mendorong masyarakat beralih untuk berbelanja online di marketplace.

Banyaknya calon customer yang beralih ke marketplace menarik semakin banyak penjual untuk berjualan di marketplace. Alhasil, persaingan pun semakin ketat, terutama untuk penjual pemula yang belum memiliki strategi. Namun jangan khawatir, karena kita punya tips untuk PowerPeople yang baru memulai usaha di marketplace.

Targetkan Pasar

Sebelum memilih produk yang akan dijual, anda perlu melihat dan mengetahui kebutuhan para konsumen yang anda targetkan. Pahami demografi audiens secara jelas, sehingga anda memiliki pasar yg jelas dan produk anda dapat cepat laris karena sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Perhatikan Konten Produk

semakin cermat jualan di marketplace
Konten akan membuat tokomu terlihat lebih menarik dibandingkan pesaing (Sumber: Adobe Stock)

Saat memasang produk di marketplace ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar dapat meyakinkan calon pembeli. Gunakan foto asli agar barang yang datang tidak mengecewakan pembeli. Jangan lupa, edit foto semenarik dan serapi mungkin agar lebih menonjol dari pesaing lainnya. Yang terpenting, cantumkan deskripsi sedetail mungkin tentang produk yang akan mereka beli. 

Meningkatkan performa toko

Performa toko menjadi kunci untuk membuat tokomu jadi pilihan pertama konsumen (Sumber: Shopee.co.id)

Beberapa marketplace diberlakukan poin kepada toko. Jika anda membalas dan mengirim orderan dengan lambat, maka toko anda akan mendapat poin yang kurang. Maka dari itu, penting untuk selalu standby membalas pertanyaan customer. Tapi ingat, membalas pesan customer juga ada etikanya lho, sudah menjadi standard penjual untuk membuat pembeli nyaman dan memberikan semua informasi yang mereka butuhkan.

Pemasaran

Manfaatkan berbagai platform pemasaran yang tersedia untuk meningkatkan traffic toko marketplace-mu (Sumber: Adobe Stock)

Promosi melalui media sosial dapat menjadi peluang besar agar produkmu dapat menarik calon pembeli. Jadi PowerPeople tak harus selalu mengandalkan traffic dari marketplace. Cara lainnya, maksimalkan penggunaan kata kunci atau keyword. Dengan ini, produkmu akan muncul di layar konsumen yang tepat. Selain itu, mencantumkan testimoni juga dapat menarik perhatian calon pembeli, lho.

Kelola Keuangan

Kelola keuangan menjadi salah satu kunci dalam mengelola bisnis di marketplace (Sumber: Adobe Stock)

Pada dasarnya, situs marketplace sudah sangat terstruktur, sejak awal memulai transaksi hingga tahap akhir transaksi. Namun agar dapat melihat keuntungan dan kerugian dengan mudah, anda tetap harus melakukan rekap transaksi toko dengan rapi. 

Melakukan kegiatan jual-beli di marketplace memang sangat mudah bukan? Semoga dengan tips ini PowerPeople bisa semakin cermat dalam berjualan di marketplace. Sudah siap untuk melangkah ke strategi selanjutnya? Feel free to contact us here. (PCA/Aurel)


UMKM Naik Kelas

Kolaborasi dengan Global Brand, Cara PowerCommerce.Asia Bantu UMKM Naik Kelas

Istilah ‘UMKM Naik Kelas’ memang tengah populer dalam beberapa waktu belakangan ini. Perhatian terhadap perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ini menjadi salah satu hal yang wajar, mengingat UMKM merupakan salah satu penyangga perekonomian Indonesia.

Sebagai pionir eCommerce omni-channel enabler, PowerCommerce.Asia telah banyak berkolaborasi dengan brand-brand global. Sebut saja, Soho Global, Luminarc, Menarini, Twinings, hingga Ovaltine. Terlepas dari hal itu, bukan berarti PowerCommerce.Asia menyampingkan UMKM lokal. PowerCommerce.Asia memiliki caranya sendiri untuk membantu UMKM naik kelas. Kolaborasi!

Ya, istilah kolaborasi memang terlihat klise, tapi inilah langkah nyata dari PowerCommerce.Asia. Kolaborasi brand global dengan brand lokal atau UMKM ini merupakan simbiosis mutualisme yang menguntungkan kedua belah pihak untuk mencapai target tententu.

Brand global dapat menjangkau segmentasi baru yang selama ini belum tersentuh. Sedangkan untuk UMKM, mereka akan mendapatkan awareness dan exposure dari 'kolam' yang lebih besar. Lalu, seperti apa bentuk kolaborasi yang mendorong UMKM naik kelas ini dan brand apa saja yang PowerCommerce.Asia kolaborasikan?

Menarini x Ladang Lima

Menarini dan Ladang Lima
Kolaborasi Bundling Product Transpulmin dan Ladang Lima (Sumber: Tokopedia.com/menariniofficial)

Kolaborasi pertama yang hadir dalam mewujudkan UMKM naik kelas, yakni kolaborasi antara Menarini dan Ladang Lima. Menarini, perusahaan farmasi global asal negeri pizza, Italia ini berkolaborasi dengan Ladang Lima, brand UMKM yang berasal dari Surabaya. Menarini memiliki segmentasi pasar yang sangat luas. Dimana produk-produk seperti Transpulmin, Dermatix, hingga Quixx masing-masing memiliki target konsumen yang berbeda-beda.

Potensi ini yang mendorong PowerCommerce.Asia  mengkolaborasikan Ladang Lima, pionir gluten-free food di Indonesia dengan Menarini. Meskipun memiliki jenis produk yang berbeda, tapi kedua brand ini sama-sama memiliki produk yang related dengan kesehatan (Menarini dengan produk-produk healthcare dan Ladang Lima dengan makanan-makanan sehat). Strategi bundling product Menarini dan Ladang Lima ini menjadi salah satu kolaborasi yang pas untung mendorong UMKM naik kelas

Luminarc x AIC Coffee Rockbusta

Luminarc x AIC Coffee Rockbusta
Kolabirasi Luminarc x AIC Coffee berupa tebus murah produk AIC Coffee Rockbusta (Sumber: shopee.co.id/luminarcindo)

Kolaborasi selanjutnya ada Luminarc dan AIC Coffee Rockbusta. Siapa sih yang tak tahu Luminarc? Brand glassware asal Perancis ini telah lama menjadi pilihan utama dalam menghias dapur dan meja makan PowerPeople. Sebagai salah satu brand glassware kelas dunia, Luminarc memiliki rangkaian lini produk yang beragam, salah satunya gelas-gelas perlengkapan kopi.

Potensi ini yang coba PowerCommerce.Asia manfaatkan dengan menggandeng salah satu UMKM Halal Plaza, AIC Coffee. Bentuk kolaborasi yang dihadirkan sedikit berbeda dengan yang sebelumnya. Disini, PowerPeople bisa menebus murah produk Rockbusta dari AIC Coffee apabila berbelanja di Luminarc Official Store Shopee.

Bisa dibayangkan, kan? Perpaduan biji kopi pilihan dengan kualitas terbaik dari kopi Rockbusta dengan gelas kopi dari Luminarc tentunya akan menghadirkan pengalaman kopi ala coffee shop di rumah PowerPeople.

Kolaborasi-kolaborasi seperti ini menjadi langkah awal dan wujud nyata komitmen PowerCommerce.Asia dalam #EmpoweringYourBrand dan membantu UMKM naik kelas. Tertarik untuk turut ambil bagian dari rangkaian kolaborasi kami? Klik di sini untuk bergabung dan mulai berkolaborasi bersama PowerCommerce.Asia. (PCA/Fahri)


Tren Belanja Online Ramadhan dan Lebaran

Tren Belanja Online Ramadhan dan Lebaran 2021

Sudah bukan rahasia umum lagi kalau momen Ramadhan dan Lebaran di Indonesia dikategorikan sebagai periode sibuk. Di momen ini, purchase intention akan meningkat dibandingkan bulan biasanya dan menghadirkan tren belanja online Ramadhan baru.

Masyarakat Indonesia banyak berbelanja di momen ini untuk memenuhi kebutuhan Ramadhan dan Lebaran. Lalu, seperti apa sih tren belanja online Ramadhan tahun ini? Apakah berbeda dibandingkan hari-hari biasa? Lets find out, PowerPeople!

Fashion Paling Diminati, Elektronik Mengikuti

Tren Belanja Online Ramadhan Kategori Fashion
Fashion menjadi kategori terlaris pada momen Ramadhan dan Lebaran tahun ini (Photo by Priscilla Du Preez on Unsplash)

Survey yang dilakukan oleh iPrice menunjukkan bahwa kategori Fashion menjadi kategori paling diminati selama momen Ramadhan dan Lebaran kali ini. Tercatat tren belanja online untuk produk kategori ini mencapai 63% dari total jumlah transaksi yang terjadi pada bulan Ramadhan. Tak aneh, karena memang belanja 'baju lebaran' memang telah jadi budaya yang ada di masyarakat kita.

Selain kategori fashion, beberapa kategori lain juga banyak diminati oleh masyarakat Indonesia. Sebut saja kategori elektronik (45%), rumah tangga dan grocery (41%), kosmetik (33%), hingga produk kesehatan (30%). Kalau PowerPeople belanja online apa aja nih waktu Ramadhan kemarin?

Shopee Jadi Platform Terfavorit

Shopee Platform yang paling banyak digunakan pada Ramadhan 2021
Shopee jadi platform yang paling banyak digunakan pada Ramadhan 2021 ini (Sumber: shopee.co.id/bursasajadah)

Soal platform mana yang paling banyak digunakan oleh konsumen, Shopee masih jadi juaranya. Tercatat 82% dari total responden menggunakan Shopee untuk berbelanja kebutuhan mereka di momen Ramadhan dan Lebaran ini.

Platform selanjutnya ada Tokopedia sebagai sebagai platform eCommerce lokal yang menjadi pilihan kedua dengan total pengguna sebanyak 56%, diikuti Lazada (53%), Bukalapak (41%), dan Blibli (15%).

Sahur dan Pagi Hari, Waktunya Belanja 

Momen Sahur dimanfaat masyarakat untuk belanja
Momen sahur banyak dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berbelanja (Photo by Nubelson Fernandes on Unsplash)

Kegiatan sahur ternyata membawa pengaruh untuk pergeseran waktu belanja online. Dimana 18% responden belanja online saat jam sahur hingga jam 10 pagi. Angka ini meningkat hingga 3% dibanding saat bulan-bulan biasa.

Selain waktu tersebut, peningkatan waktu belanja online juga terjadi saat tengah malam atau pukul 24.00 hingga 3 subuh.  Dimana peningkatan yang terjadi juga mencapai 3%. Sepertinya momen sahur ini dimanfaatkan untuk begadang dan berburu belanjaan ya, apakah PowerPeople juga salah satunya?

So, gimana penjualan brand PowerPeople di momen Ramadhan dan Lebaran tahun ini? Apakah sudah berhasil PowerPeople maksimalkan? Jika PowerPeople masih belum merasa puas, feel free to learn how to boost your sales with us! (PCA/Fahri)


Omni-Channel dan Optimalisasi Supply Chain Ritel

Di era digital seperti saat ini, pelanggan berharap kemudahan untuk menemukan produk yang mereka inginkan baik di toko offline maupun online. Hanya dengan gesekan jari, pelanggan menginginkan pembelian mereka telah dikirim hingga ke depan pintu rumah dengan jangka waktu sesingkat-singkatnya.

Apa yang dihendaki pelanggan saat ini membuat brand berjuang lebih keras guna menopang rantai pasokan mereka. Tujuannya? Untuk memastikan pengiriman yang tak hanya tepat waktu tapi juga hemat biaya. Dan disinilah omni-channel berperan.

Strategi Omni-Channel menghadirkan integrasi fungsi inventaris, logistik, dan distribusi di semua saluran penjualan ritel. Hal ini memungkinkan brand untuk menyesuaikan bagaimana produk mereka dibeli dan dikirim untuk memenuhi kebutuhan pelanggan di era digital, baik  dari ritel online maupun offline. Opsi seperti apa saja yang mampu dihadirkan oleh Omni-Channel pada supply chain ritel?

Omni-Channel Delivery

Omni-Channel Ritel
Omni-Channel memungkinkan pengiriman dari hub terdekat (Sumber: Unsplash.com)

Ketika memesan produk secara online, sudah lumrah jika pesanan dikirim dari gudang milik brand menggunakan jasa kurir. Permasalahnnya, ketika lokasi gudang berada jauh dari pelanggan, maka biaya semakin tinggi dan waktu pengiriman juga menjadi lebih lama. Tapi hal ini tak akan terjadi dengan omni-channel.

Sistem omni-channel ritel akan langsung mendeteksi ketersediaan stok barang di hub atau gudang terdekat dari lokasi pelanggan. Disinilah efisiensi dihadirkan. Pesanan akan langsung diproses dari hub atau gudang terdekat, sehingga biaya kirim dan waktu pengiriman akan jauh lebih efisien dan mengguntungkan pelanggan.

In-store Pickup

In-store Pickup
Pesanan secara online dapat diambil langsung ke toko offline (Sumber: Unsplash.com)

Opsi ini adalah cara sempurna bagi brand atau ritel untuk memadukan pengalaman online dan offline sambil menawarkan cara berbelanja yang lebih nyaman bagi pelanggan. Cara ini merupakan implementasi dari strategi omni-channel ritel.

In-store pickup memungkinkan pelanggan menikmati kemudahan membeli produk dari website atau aplikasi eCommerce, namun tetap bisa mengambilnya secara langsung di toko offline. Lebih mudah, lebih simple, lebih cepat.

Out of Stock Delivery

Out Of Stock Delivery
Produk tak tersedia? Tenang, produk bisa langsung dikirimkan ke rumah PowerPeople (Sumber: Unsplash.com)

Momen ketika pelanggan telah mengunjungi toko offline, namun terpaksa harus pulang dengan tangan kosong karena ketidaktersediaan stok barang tentu bukan hal yang baik untuk brand. Kekecewaan pelanggan ini bukan tak mungkin membuat mereka memilih produk dari brand lain yang tersedia.

Disinilah omni-channel berperan. Ketika stok tak tersedia di toko offline, staff di toko tersebut akan membantu pelanggan untuk tetap bisa mendapatkan produknya. Caranya? Sistem omni-channel memungkinkan brand untuk langsung mencari stok barang di gudang atau toko terdekat, dan langsung mengirimkannya ke alamat dari pelanggan.

Ketiga opsi tadi hanyalah sebagian kecil dari optimalisasi manajemen supply chain ritel dengan omni-channel solution. Masih banyak keuntungan-keuntungan lain yang akan didapat oleh brand lewat omni-channel ini.

Simak pembahasan lebih lengkap mengenai topik Omni-Channel dan Supply Chain Ritel hanya di Smart E-Commerce talks pada hari Senin, 10 Desember 2020 jam 7 malam broadcasting live on SMART FM Radio. Saksikan siaran LIVE di sini[PCA/Fahri]


Mudah Kelola Bisnis Melalui Integrasi Platform Omni-Channel

Istilah omni-channel memang bukan sebuah hal yang baru. Konsep penjualan yang mengintegrasikan beberapa channel ini menjadi salah satu kunci untuk menghadirkan pengalaman berbelanja terbaik untuk konsumen. Sudah sejauh apa sih penerapan platform omni-channel saat ini?

Saat ini memang sudah ada beberapa perusahaan yang menawarkan teknologi omni-channel. Namun, belum banyak provider teknologi yang mengaplikasikan platform omni-channel technology tak hanya untuk internal, tapi juga kepada brand. PowerCommerce.Asia menjadi pioneer yang telah menerapkan omni-channel technology platformnya untuk brand.

Omni-Channel Technology Platform kami menjadi satu-satunya technology platform yang telah mengintegrasikan seluruh channel penjualan. Mulai dari marketplace, webcommerce, reseller platform, hingga distributor platform semua telah terintegrasi dengan Control Tower Dashboard kami,” jelas Muhammad Subhan, Chief Technology Officer PowerCommerce.Asia

Mohammad Subhan menjadi salah satu sosok penting dalam pengembangan platform omni-channel ini. Pria yang menyelesaikan pendidikan jurusan Teknologi Komunikasi di Hochschule Karlsruhe, Jerman ini telah mengembangkan platform omni-channel sejak awal PowerCommerce.Asia berdiri.

“Kesulitan dalam pengembangan omni-channel platform ini ada pada proses integrasi seluruh channel dalam satu dashboard. Masih belum sempurna, tapi sudah applicable untuk klien-klien,” jelas sosok yang memiliki expertise di automation system design ini.

Sejak awal Q3 2020, omni-channel technology platform milik PowerCommerce.Asia ini telah diaplikasikan pada beberapa klien. Sebut saja Greenfields, Mustika Ratu, Combiphar, hingga yang terakhir ada brand Halwey dengan distributor platformnya.

Platform Omni-Channel Halwey
Website eCommerce Halwey yang telah memiliki reseller dan distributor platform. (Sumber: halwey.com)

Reseller Platform dan Distributor Platform

Berjualan online di marketplace atau website eCommerce memang bukan hal yang baru. Tapi pernahkah brand PowerPeople mencoba reseller platform dan distributor platform? Dua platform tersebutlah yang membedakan platform omni-channel PowerCommerce.Asia. Apa sih reseller platform dan distributor platform?

“Dengan memiliki reseller platform, brand bisa memanfaatkan pelanggan setia mereka untuk menjadi official virtual reseller,” ucap Subhan.

Nantinya, para official virtual reseller ini akan dibuatkan website toko online mereka sendiri yang bisa dikostumisasi. Mereka cukup membagikan link toko mereka ke media sosial dan ketika ada pesanan masuk, pihak brand yang akan melakukan proses fulfillment.

Sementara itu, distributor platform merupakan platform baru untuk mengakomodir distributorship dari sebuah brand. Pihak distributor dapat melakukan pemesanan barang atau purchase order melalui platform tersebut.

“Ketika distributor sudah melakukan purchase order, principal atau brand akan mengirimkan barang tersebut ke distributor. Pihak distributor tak dibatasi terkait barang yang telah mereka beli, entah mau mereka jual secara offline atau di toko online, itu tak masalah,” jelas Subhan.

Satu hal yang paling penting, seluruh transaksi, baik dari reseller platform, distributor platform, hingga marketplace akan terkoneksi di Integrated Control Tower Dashboard PowerCommerce.Asia. Brand atau principal dapat melihat secara real-time data penjualan maupun data konsumen. Sebuah kemudahan dalam kelola bisnis PowerPeople, bukan?

Penasaran dengan platform omni-channel dan seperti apa integrated control tower dashboard dapat mengelola bisnis PowerPeople? Segera hubungi kami dan pelajari disini. (PCA/Fahri)